PONTIANAK POST – Kalimantan Barat kembali diguncang gempa bumi. Kali ini, gempa tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Sintang pada Jumat (23/1).
Berdasarkan catatan kegempaan, peristiwa ini bukan yang pertama. Wilayah Kalimantan Barat tercatat telah mengalami puluhan kejadian gempa bumi sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat, aktivitas gempa di wilayah Kalbar bukanlah kejadian sporadis.
Sejak Agustus 2011 hingga 23 Januari 2026, gempa bumi tercatat telah terjadi sebanyak 32 kali. Pada 2011, gempa terjadi tiga kali, kemudian masing-masing satu kali pada 2015 dan 2016.
Baca Juga: Guncangan Gempa Sintang Sempat Picu Kepanikan, Rumah Warga hingga Jembatan Dilaporkan Rusak
Rangkaian gempa berlanjut pada 2019, 2020, dan 2021 dengan satu kejadian setiap tahun. Intensitasnya meningkat signifikan pada 2022 dengan enam kali kejadian, disusul lima kali pada 2023.
Bahkan pada 2024, jumlah kejadian melonjak menjadi delapan kali, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Sementara pada 2025, aktivitas gempa tercatat sebanyak empat kali kejadian. Adapun pada 2026, tercatat satu kali kejadian.
BMKG Kalimantan Barat melalui akun Instagram resminya, Jumat (23/1), mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Kepada masyarakat di wilayah Sekadau dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” tulis BMKG. (*)
Editor : Miftahul Khair