Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Peserta TKA SD-SMP Tembus 3,4 Juta Siswa: Nilai Tes Bisa Dimanfaatkan untuk Seleksi Jalur Prestasi

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 25 Januari 2026 | 23:14 WIB
GLADI TKA: Kemendikdasmen melaksanakan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional di SMA Negeri 3 Palembang pada Kamis (30/10).
GLADI TKA: Kemendikdasmen melaksanakan gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional di SMA Negeri 3 Palembang pada Kamis (30/10).

 

PONTIANAK POST – Antusiasme siswa kelas 6 SD dan 9 SMP untuk mengikuti tes kemampuan akademik (TKA) mulai terlihat jelas. Sejak pendaftaran dibuka pada 19 Januari lalu, jumlah pendaftar terus meroket hingga menembus jutaan peserta.

Berdasar data di laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id, hingga kemarin (24/1) tercatat 3.497.951 siswa telah mendaftar TKA. Di antara jumlah tersebut, 3.489.569 siswa SD dan SMP telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka.

Sebanyak 8.382 murid lainnya menyatakan tidak mengikuti tes yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 tersebut. Padahal, total sasaran siswa SD dan SMP dalam pelaksanaan TKA tahun ini mencapai 9 juta anak.

Sekretaris Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Muhammad Yusro menyampaikan, lonjakan pendaftar tersebut mencerminkan tingginya minat murid terhadap TKA.

’’Masa pendaftaran masih panjang, sampai 28 Februari 2026. Kami optimistis jumlah peserta akan terus bertambah meski TKA tidak bersifat wajib. Manfaatnya cukup besar,’’ ujar Yusro dalam taklimat media Serba-Serbi KBBI dan TKA di Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Sentul, Bogor, Jumat (25/1).

Bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke SMP atau SMA negeri, nilai TKA bisa menjadi bekal penting, khususnya untuk seleksi jalur prestasi. Hal itu sejalan dengan SE Dirjen PAUD Dikdasmen Nomor 0301/C/HK.04.01/2026 tentang SPMB 2026/2027 yang menyebut TKA bisa dimanfaatkan sebagai salah satu dasar seleksi di jalur prestasi akademik.

Kemendikdasmen juga tengah mengkaji rencana integrasi teknis antara asesmen nasional (AN) dan TKA. Yusro menjelaskan, integrasi itu ditujukan untuk mengefisiensikan waktu, sumber daya, serta biaya sekaligus mengurangi beban ujian bagi siswa.

’’Yang perlu digarisbawahi, integrasi ini hanya pada level teknis pelaksanaan, bukan perubahan sistem atau kebijakan. AN tetap untuk evaluasi sistem pendidikan, sedangkan TKA berfungsi sebagai evaluasi individu murid,’’ tegasnya.

 

Pelaksanaan

 

Kabid Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen Pendidikan Pusat Asesmen Pendidikan BSKAP Handaru Catu Bagus menjelaskan, pelaksanaan TKA SD dan SMP berlangsung selama dua pekan mengingat keterbatasan perangkat di sejumlah sekolah.

’’Sekolah bisa melakukan mitigasi. Misalnya, meminjam perangkat atau menumpang di sekolah lain,’’ katanya.

Dalam dua pekan itu, TKA dibagi menjadi empat gelombang. Setiap gelombang terdiri atas empat sesi sehingga total terdapat 16 sesi ujian, baik secara daring maupun semi-daring.

’’Setiap murid mengikuti TKA selama dua hari. Dengan demikian, mereka tidak mengerjakan matematika dan bahasa Indonesia dalam satu hari sekaligus,’’ ujarnya. 

Rangkaian TKA SD dan SMP 2026 telah dimulai. Pendaftaran dibuka sejak 19 Januari lalu hingga 28 Februari mendatang (selengkapnya lihat grafis). Setelah itu, peserta mengikuti simulasi pengenalan sistem dan bentuk asesmen, geladi bersih, hingga pelaksanaan pada April nanti. (mia/dri)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Tes Kemampuan Akademik 2026