PONTIANAK POST - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina, menegaskan bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa ketahanan keluarga yang kuat. Menurutnya, keluarga merupakan unit paling dasar yang menentukan kualitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
“Kalau keluarga rapuh, program sebesar apa pun tidak akan efektif. Pembangunan Kalimantan Barat harus dimulai dari rumah,” kata Erlina, Rabu (28/1).
Pernyataan tersebut disampaikan Erlina saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Halaman Kantor Gubernur.
Ia menekankan, TP PKK Kalbar akan terus mengarahkan program kerjanya pada isu-isu konkret yang langsung menyentuh keluarga, terutama penurunan stunting dan penguatan ekonomi perempuan.
Menurut Erlina, tantangan sosial dan kesehatan di Kalimantan Barat masih memerlukan kerja lapangan yang konsisten hingga tingkat desa. Karena itu, ia mendorong kader PKK agar lebih aktif melakukan pendampingan keluarga, khususnya di wilayah perdesaan dan daerah terpencil.
“Kesejahteraan tidak lahir dari seremoni, tetapi dari perubahan perilaku keluarga dalam menjaga kesehatan, mendidik anak, dan mengelola ekonomi rumah tangga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh program TP PKK Kalbar akan terus diselaraskan dengan kebijakan strategis pemerintah provinsi, agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam kesempatan yang sama mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, termasuk organisasi perempuan, dalam menjaga capaian pembangunan sepanjang tahun 2025. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
TP PKK Kalimantan Barat juga menandatangani komitmen bersama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kalimantan Barat terkait pendataan penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Komitmen ini diarahkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berbasis data keluarga. (mse)
Editor : Hanif