Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tragedi Kematian Siswi MTsN, KPPAD Kalbar Serukan Evaluasi Sistem Perlindungan Anak di Sekolah

Siti Sulbiyah • Jumat, 30 Januari 2026 | 10:16 WIB

 

Tumbur Manalu
Tumbur Manalu

PONTIANAK POST - Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat menyebut kematian seorang siswi Madrasah Tsanawiyah di Pontianak yang berusia 13 tahun sebagai sinyal darurat lemahnya sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah. Isi surat yang ditinggalkan korban, yang mengungkap rasa takut dan malu akibat masalah di sekolah, menjadi sorotan utama KPPAD.

Ketua KPPAD Kalbar Tumbur Manalu menyatakan peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai tragedi pribadi semata, melainkan peringatan serius bagi dunia pendidikan.

“Anak menuliskan rasa takut dan malu dalam suratnya. Ini pertanyaan besar bagi kami: tekanan psikologis apa yang sebenarnya dialami anak di sekolah hingga merasa tidak aman,” kata Tumbur, Jumat (29/1).

Ia menegaskan, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak, bukan tempat yang melahirkan ketakutan. Menurutnya, kasus ini menunjukkan masih lemahnya mekanisme pendampingan ketika siswa menghadapi masalah.

“Setiap anak punya daya tahan psikologis yang berbeda. Jika sistem pendampingan tidak berjalan, maka risiko seperti ini bisa terjadi,” ujarnya.

Terkait proses hukum, KPPAD Kalbar telah berkoordinasi dengan Polsek Sungai Kakap dan Polres Kubu Raya. Meski keluarga tidak mengizinkan dilakukan autopsi, Tumbur meminta aparat kepolisian tetap menindaklanjuti penyelidikan secara menyeluruh.

“Kami memahami keputusan keluarga, tetapi proses penyelidikan harus tetap berjalan agar terang apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

Menurut Tumbur, peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi serius terhadap sistem perlindungan anak di sekolah, mulai dari peran guru, konselor, hingga mekanisme penanganan masalah siswa.

“Ini warning bagi semua pihak seperti pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Bahwa perlindungan anak di lingkungan pendidikan berada dalam kondisi darurat dan perlu perhatian penuh,” katanya.

Sebelumnya, seorang siswi MTs berinisial C ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (22/1). Dugaan awal mengarah pada tekanan psikologis yang dialami korban terkait permasalahan di sekolah. (sti)

Editor : Hanif
#sekolah #siswi mts #perlindungan anak #tragedi #pendampingan #KPPAD Kalbar