PONTIANAK POST - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 21 kejadian gempa bumi tektonik mengguncang Pulau Kalimantan sepanjang Januari 2026. Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, dalam keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin, menyebutkan aktivitas seismik tersebut didominasi oleh pergerakan sesar lokal yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatan, Timur, Utara, dan Barat.
“Secara statistik, frekuensi gempa pada bulan pertama tahun 2026 ini cukup fluktuatif, dengan puncak aktivitas terjadi pada pekan ketiga dan keempat, khususnya di wilayah Kalimantan Barat,” ujar Rasmid.
Aktivitas gempa diawali pada Sabtu (3/1) di Kalimantan Selatan dengan tiga kejadian gempa, masing-masing di Balangan pukul 12.18 WITA (M2,6) dan 12.36 WITA (M2,6), serta di Kotabaru pukul 12.24 WITA (M3,1). Sehari kemudian, Minggu (4/1), gempa bermagnitudo 2,7 terjadi di Berau, Kalimantan Timur, pukul 12.33 WITA.
Pada pekan kedua, gempa kembali tercatat di Kotabaru pada Kamis (8/1) pukul 03.51 WITA (M3,1), disusul Hulu Sungai Tengah pada Jumat (9/1) pukul 07.04 WITA (M2,4). Selanjutnya, Sabtu (10/1), gempa terjadi di Tabalong pukul 11.10 WITA (M2,7) dan Berau pukul 12.21 WITA (M2,5).
Wilayah Kalimantan Barat mulai menunjukkan peningkatan aktivitas pada Minggu (11/1), dengan gempa di Pontianak–Mempawah pukul 00.35 WITA (M2,7) dan Kayong Utara pukul 17.23 WITA (M2,2).
Puncak aktivitas terjadi pada Jumat (23/1). Kabupaten Sekadau diguncang gempa utama bermagnitudo 4,8 pada pukul 15.47 WITA yang dirasakan dengan intensitas III–IV MMI. Pada hari yang sama, terjadi tujuh kali gempa susulan dengan magnitudo antara 2,1 hingga 3,3, serta satu gempa di Bulungan, Kalimantan Utara, pukul 19.01 WITA (M3,1).
Aktivitas kembali meningkat pada Sabtu (31/1) di Sekadau dengan gempa bermagnitudo 3,9 pada pukul 14.50 WITA, yang kemudian diikuti lima gempa susulan berkekuatan M2,2 hingga M2,7 hingga menjelang tengah malam.
BMKG mencatat mayoritas gempa tersebut merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 50 kilometer. Meski Kalimantan dikenal sebagai wilayah yang relatif aman secara tektonik, rangkaian gempa ini menunjukkan masih aktifnya sejumlah sesar lokal.
Oleh karena itu, BMKG menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana dan peningkatan kewaspadaan masyarakat. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG serta tidak mudah terpengaruh isu atau kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (jpc)
Editor : Hanif