PONTIANAK POST - Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis mendorong agar madrasah di Kalbar harus produktif. Produktif yang dimaksud bukan hanya dari sisi akademisi tetapi juga memanfaatkan alam sekitar. Ia juga mengapresiasi atas inovasi madrasah dalam mengembangkan pendidikan berbasis ekoteologi.
Seperti MAN Mempawah misalnya, memiliki luas lahan mencapai dua hektar. Mereka melakukan penanaman ubi kayu di lahan kosong madrasah, yang diresmikan langsung oleh Kakanwil.
Selain itu, program lainnya yang sejalan dengan Astaprotas Kementerian Agama, yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai keimanan dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Muhajirin mengapresiasi program yang disusun secara terencana dan berorientasi keberlanjutan tersebut. "Madrasah tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembelajaran kehidupan," jelasnya.
Ia mendorong agar tanaman hias di lingkungan madrasah secara bertahap diganti dengan tanaman produktif dan bernilai manfaat seperti cabai, tomat, pandan, pinang, maupun jagung.
“Lahan yang luas adalah amanah. Jika dikelola dengan baik, ia akan mendidik siswa untuk berpikir produktif, mandiri, dan peduli,” ujarnya.
Namun, kata dia penting juga penguatan di bidang sarana prasarana. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara peningkatan kualitas guru dan perawatan fasilitas pendidikan. Muhajirin juga mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran, memperkuat literasi, serta mengembangkan karya ilmiah dengan menghadirkan narasumber yang kompeten. (mrd)
Editor : Hanif