Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Warga Keluhkan Maraknya Layangan di Jalan Pemda Pontianak Timur, Dinilai Bahayakan Pengendara

Wandi PP • Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:36 WIB
Tampak anak anak sedang mengejar layangan di ruas Jalan Pemda Pontianak Timur sangat membahayakan pengguna jalan.
Tampak anak anak sedang mengejar layangan di ruas Jalan Pemda Pontianak Timur sangat membahayakan pengguna jalan.

PONTIANAK POST - Maraknya aktivitas bermain layang-layang di kawasan Jalan Pemda Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur menuai keluhan dari warga dan para pengguna jalan. Kegiatan yang kerap dilakukan pada sore hari tersebut dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di jalur tersebut.

Jalan Pemda yang dikenal sebagai salah satu ruas jalan dengan tingkat kepadatan cukup tinggi pada sore

Kondisi ini menimbulkan potensi kecelakaan lalu lintas, terlebih saat anak-anak mengejar layangan yang putus tanpa memperhatikan arus kendaraan.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Subehri, mengaku sangat terganggu dengan aktivitas tersebut. Ia menilai permainan layang-layang di area jalan raya sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Benang layangan itu sangat berbahaya, apalagi kalau kena leher atau wajah pengendara. Ditambah lagi anak-anak yang mengejar layangan tidak memandang kanan kiri, asal lari saja tanpa peduli kendaraan yang lewat,” ujar Subehri saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/2)

Menurutnya, pada sore hari arus lalu lintas di Jalan Pemda cukup padat oleh kendaraan warga yang pulang beraktivitas. Namun di waktu yang sama, banyak anak-anak bermain layang-layang di sekitar jalan, sehingga membuat pengendara harus ekstra waspada.

“Jalan Pemda sore hari itu padat. Kalau tiba-tiba ada anak lari ke tengah jalan atau benang layangan melintang, pengendara bisa kaget dan jatuh. Ini sangat berisiko,” tambahnya.

Subehri juga menyoroti bahaya benang layangan, terutama yang terbuat dari benang gelasan atau dilapisi bahan tajam. Ia menyebut, sudah banyak kejadian di daerah lain yang menyebabkan luka serius hingga kecelakaan fatal akibat benang layangan.

Atas kondisi tersebut, Subehri meminta dinas terkait dan aparat berwenang untuk segera turun tangan menertibkan aktivitas bermain layang-layang di kawasan jalan raya. Ia berharap ada tindakan tegas serta sosialisasi kepada masyarakat agar aktivitas tersebut tidak dilakukan di area yang membahayakan.

“Saya berharap dinas terkait segera menindak sebelum terjadi musibah. Jangan menunggu ada korban dulu baru bertindak. Ini demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Warga sekitar juga berharap adanya pengawasan dari orang tua terhadap anak-anaknya agar tidak bermain layang-layang di jalan umum.

Selain itu, diperlukan peran aktif pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk memberikan imbauan serta penertiban demi menciptakan ketertiban dan keselamatan lalu lintas. Untuk itu masyarakat berharap keluhan ini segera mendapat perhatian serius agar tidak berujung pada kecelakaan yang merugikan banyak pihak. (Wan)

Editor : Miftahul Khair
#gelasan #berbahaya #layangan #pontianak