PONTIANAK POST – Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalimantan Barat secara resmi menyelenggarakan kegiatan Polygraph Training (Pelatihan Uji Kebohongan) guna meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel dalam mendukung proses penyidikan di wilayah hukum Polda Kalbar pada Rabu (11/2).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Borneo, Pontianak, pada tanggal 11- 14 Februari 2026 ini mengacu pada Standarisasi FBI (Federal Bureau of Investigation). Standar internasional ini diterapkan untuk memastikan setiap hasil pengujian polygraph memiliki akurasi tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (scientific crime investigation).
Dalam era penegakan hukum modern, bukti digital dan pemeriksaan forensik menjadi pilar utama. Pelatihan ini bertujuan untuk pertama, standarisasi teknik, yakni menyelaraskan prosedur pemeriksaan polygraph di Polda Kalbar dengan protokol global yang digunakan oleh lembaga penegak hukum internasional seperti FBI.
Kedua, peningkatan Skill Personel, yakni melatih ketajaman analisis operator polygraph dalam membaca dinamika fisiologis terperiksa (detak jantung, respirasi, dan konduktansi kulit). Ketiga, dukungan penyidikan, yakni mempercepat proses pengungkapan kasus-kasus sulit yang minim saksi atau bukti fisik melalui pendekatan psikofisiologis.
Polda Kalbar berkomitmen untuk terus menghadirkan keadilan yang objektif. Dengan adanya personel yang tersertifikasi dalam penggunaan polygraph standar FBI, diharapkan proses penyidikan terhadap tindak pidana di Kalimantan Barat semakin transparan dan akurat.
Kabid Labfor Polda Kalbar AKBP Admiral menegaskan dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat membantu penyidikan dengan dipertanggungjawabkan secara ilmiah (scientific crime investigation).
"Penggunaan teknologi polygraph dengan standar FBI adalah langkah nyata Polda Kalbar dalam mengadopsi scientific crime investigation. Ini bukan sekadar alat, tapi jaminan bahwa penyidikan dilakukan secara profesional dan berbasis data empiris," ujar Kabid Labfor. (*)
Editor : Miftahul Khair