Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Persiapan Imlek di Vihara Tertua Pontianak: Lampion dan Lilin Simbol Harapan Tahun Baru

haryadi PP • Kamis, 12 Februari 2026 | 10:28 WIB

 

SUSUN LILIN: Pengurus Vihara Bodhisatva Karaniya Metta menyusun lilin untuk persiapan menjelang perayaan Imlek.
SUSUN LILIN: Pengurus Vihara Bodhisatva Karaniya Metta menyusun lilin untuk persiapan menjelang perayaan Imlek.

PONTIANAK POST - Aroma hio mulai semerbak menyatu dengan angin yang bertiup dari  arah Sungai Kapuas di Vihara Bodhisatva Karaniya Metta. Sebagai Vihara tertua di Kota Pontianak vihara ini mulai bersolek menyambut datangnya Tahun Baru Imlek.

Rabu siang (11/2), suasana di dalam vihara Bodhisatva Karaniya Metta yang terletak di Jalan Sultan Muhammad tampak sibuk. Sejumlah pengurus dan relawan bahu-membahu merampungkan persiapan akhir.

Fokus utama mereka adalah membersihkan rupang atau patung dewa-dewi, memasang lampion hingga menata puluhan lilin sumbangan umat.

Di salah satu sudut ruangan, terlihat Tini, seorang relawan yang sedang tekun menyusun barisan lilin. Dengan cekatan, ia memastikan setiap lilin berdiri tegak dan rapi, siap untuk dinyalakan saat malam pergantian tahun nanti.

Tini bercerita bahwa kesibukan ini sudah dimulai sejak jauh hari. Ia tidak sendirian. ada 5 rekan lainnya yang setia membantu pihak vihara untuk memastikan segala sesuatunya bersih dan siap sebelum puncak perayaan.

"Sudah hampir sepekan disini untuk membantu menyapu, membersihkan debu , sampai menyusun lilin-lilin ini di tiap sudut ruangan." ujar Tini saat ditemui Pontianak Post.

Lilin-lilin yang disusun Tini dan rekan-rekannya bukanlah sekadar dekorasi. Setiap batang lilin merupakan simbol permohonan dan harapan dari umat. Nantinya, cahaya lilin ini akan berpijar sepanjang malam Imlek, melambangkan penerangan batin dan petunjuk jalan untuk tahun yang akan datang.

Selain penyusunan lilin, para pengurus dan relawan juga memastikan lampion-lampion baru telah terpasang dengan kokoh. Warna merah yang mendominasi setiap sudut vihara seolah menegaskan kesiapan bangunan tua ini untuk kembali menjadi pusat spiritualitas warga Tionghoa di Pontianak.

Gunawan, pengurus vihara yang dituakan, menuturkan kepada Pontianak Post. Bahwa rumah ibadah ini memang selalu ramai dikunjungi umat untuk berdoa. Jumlahnya bisa mencapai ribuan saat Imlek datang.

Tak hanya warga lokal, masyarakat dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Taiwan turut beribadah di Vihara ini. Sebagian memang berkampung halaman di Pontianak dan sekitarnya, sebagian lainnya sengaja datang untuk beribadah karena tertarik dengan riwayat serta kekhidmatan di dalam vihara tersebut.

”Saat Imlek, pengurus dan tenaga sukarelawan harus ekstra untuk melayani umat yang silih berganti beribadah. Kadang harus lembur hingga tak tidur.”tutupnya.(yad)

Editor : Hanif
#lilin #Bersolek #lampion #imlek #relawan #Vihara Bodhisatva Karaniya Metta