PONTIANAK POST - Ketua Grup Vois Dragon Sport, Yandi, memastikan kelompoknya telah menyiapkan atraksi naga terbaik untuk memeriahkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Kota Pontianak. Perayaan tahun ini berlangsung dalam suasana khusus karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan akan dipusatkan dalam Parade Naga Bersinar yang digelar setelah salat tarawih.
Yandi menyebut Imlek Tahun Kuda Api harus dimaknai sebagai simbol semangat baru bagi masyarakat. Menurutnya, filosofi kuda yang berlari cepat mencerminkan dorongan untuk bekerja lebih baik dan bergerak lebih maju dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
“Imlek 2026 sesuai dengan tahunnya Kuda Api maka berpacunya lebih cepat, semangatnya lebih baik supaya segala sesuatunya menjadi yang terbaik,” ujarnya, kemarin (15/2).
Ia berharap perayaan Imlek dan Cap Go Meh tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga membawa energi positif bagi masyarakat Pontianak. Kehadiran kelompok-kelompok naga, kata dia, menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan dan daya tarik wisata kota.
“Untuk Vois sendiri seperti biasa kami menyiapkan naga-naga untuk memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak. Ini bukan yang pertama. Jadi masyarakat bersabar menunggu kehadiran naga Vois untuk menjadi tontonan terbaik di 2026 ini,” katanya.
Yandi menegaskan, Vois Dragon Sport hadir untuk memberikan penampilan maksimal bagi warga lokal maupun wisatawan yang datang ke Pontianak. Ia menilai atraksi naga selalu menjadi magnet utama dalam setiap perayaan Cap Go Meh.
“Kami hadir untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kota Pontianak khususnya dan semua wisatawan yang hadir,” tegasnya.
Berdasarkan data panitia, total terdapat 49 grup naga yang akan tampil dalam rangkaian perayaan tahun ini. Seluruh atraksi akan dipusatkan di satu lokasi agar pelaksanaan lebih tertib dan mudah dikendalikan dari sisi keamanan.
Pengamanan ketat disiapkan kepolisian untuk mengawal rangkaian Imlek hingga Cap Go Meh 2026. Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan, pihaknya telah menyusun skema pengamanan khusus karena perayaan berlangsung bersamaan dengan Ramadan.
Untuk malam pergantian Tahun Baru Imlek pada 16 Februari 2026, sekitar 600 personel akan diturunkan. Jumlah itu meningkat saat malam puncak Cap Go Meh atau Parade Naga Bersinar pada 3 Maret 2026 dengan lebih dari 700 personel dikerahkan.
“Paling banyak kedua yaitu pada saat Cap Go Meh atau Perayaan Naga Bersinar tanggal 3 Maret 2026, di mana kami akan menerjunkan lebih dari 700 personel,” ujar Endang usai rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Liong Kapuas di Mapolresta Pontianak, Kamis (12/2).
Endang menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan panitia, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya untuk memastikan perayaan berjalan aman dan tertib. Salah satu kesepakatan utama adalah pengaturan waktu parade agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah umat Muslim.
Pelaksanaan Parade Naga Bersinar dijadwalkan dimulai setelah salat tarawih hingga sekitar pukul 01.00–02.00 WIB. Seluruh grup naga akan tampil secara bergiliran di satu panggung hiburan yang disiapkan di depan Hotel Harris Pontianak.
“Estimasi waktu 49 grup naga, masing-masing rata-rata tampil lima menit. Jadi tidak ada yang melaksanakan atraksi di tempat lain. Semua dipusatkan di satu panggung,” tegasnya.
Menurut Endang, pemusatan lokasi atraksi bertujuan mencegah penumpukan massa di banyak titik dan memudahkan pengawasan. Dengan pola ini, aparat dapat mengontrol arus lalu lintas, pergerakan penonton, serta potensi gangguan keamanan.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Pontianak. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh penyelenggaraan Imlek dan Cap Go Meh 2026.
Ia menilai momentum ini menjadi bukti kuatnya kebersamaan masyarakat Pontianak yang hidup dalam keberagaman agama dan budaya. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak hanya bergantung pada panitia dan aparat keamanan, tetapi juga pada peran seluruh elemen masyarakat.
Organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, serta berbagai paguyuban diharapkan ikut menjaga suasana kondusif selama rangkaian perayaan berlangsung. Bahasan menekankan pentingnya sikap saling menghormati di tengah perbedaan.
“Mudah-mudahan penyelenggaraan tahun ini, di mana momentum Cap Go Meh bersamaan dengan bulan suci Ramadan, semua pihak dapat lapang dada dan terbuka bahwa keberagaman adalah satu kesatuan demi menjaga marwah kondusivitas Kota Pontianak,” ujarnya. (bar)
Editor : Hanif