Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

RSUD Soedarso Pontianak Pertama di Kalimantan Selenggarakan Fellowship Kardiologi Intervensi

Idil Aqsa Akbary • Senin, 16 Februari 2026 | 12:26 WIB

 

KETERANGAN : Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjahyadi bersama jajaran dokter dan perwakilan PIKI saat peluncuran Pendidikan Fellowship Kardiologi Intervensi dan Proctorship CTO di RSUD Soedarso
KETERANGAN : Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjahyadi bersama jajaran dokter dan perwakilan PIKI saat peluncuran Pendidikan Fellowship Kardiologi Intervensi dan Proctorship CTO di RSUD Soedarso

PONTIANAK POST – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso resmi meluncurkan Pendidikan Fellowship Kardiologi Intervensi sekaligus Proctorship Chronic Total Occlusion (CTO), Jumat (13/2). Peluncuran ini menandai RSUD Soedarso sebagai rumah sakit pertama di Pulau Kalimantan yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan fellowship kardiologi intervensi.

Direktur RSUD Soedarso Hary Agung Tjahyadi mengatakan, rumah sakit yang dipimpinnya telah ditetapkan sebagai salah satu penyelenggara pendidikan fellowship intervensi jantung. Proses penerimaan peserta telah dilakukan, dan kegiatan pendidikan akan dimulai pada Februari 2026.

“Alhamdulillah, RSUD Soedarso sudah ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara pendidikan fellowship. Proses penerimaan sudah berjalan, dan akan memulai kegiatan belajar-mengajar fellowship pada bulan Februari ini, diawali dengan kuliah perdana,” ujar Hary.

Ia menjelaskan, pendidikan fellowship intervensi jantung merupakan peran rumah sakit daerah dalam mendukung pendidikan lanjutan bagi dokter spesialis jantung. Yakni yang ingin meningkatkan kompetensi ke jenjang subspesialis atau konsultan intervensi.

Program tersebut, lanjutnya, sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Prioritas Nasional KJSU-KIA, khususnya pada upaya peningkatan mutu pelayanan dan pemerataan layanan jantung. Pemerataan ini diharapkan tidak hanya terpusat di rumah sakit rujukan provinsi, tetapi juga dapat dilakukan di rumah sakit kabupaten/kota.

“Transformasi kesehatan yang dilakukan Kemenkes tidak hanya pada pemerataan sarana, dan prasarana, seperti cathlab di rumah sakit daerah, tetapi juga harus diimbangi dengan ketersediaan SDM dokter spesialis jantung yang telah menyelesaikan pendidikan fellowship intervensi,” katanya.

Hary menyebutkan, Kemenkes memberikan amanah kepada RSUD Soedarso untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut berdasarkan kapabilitas yang dimiliki. Harapannya, terjadi pemerataan SDM dokter jantung intervensi yang nantinya dapat ditempatkan di rumah sakit kabupaten/kota. Saat ini, kata dia, baru satu peserta yang mengikuti fellowship. Ke depan, peserta akan berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar, dan wilayah Kalimantan lainnya.

Selain RSUD Soedarso, menurut Hary, fasilitas cath lab saat ini juga telah tersedia di sejumlah daerah, seperti Sanggau, Ketapang, Singkawang, dan Kota Pontianak. Ke depan, rumah sakit lain juga akan memiliki cath lab, namun harus diimbangi dengan kesiapan SDM.

“Oleh karena itu, RSUD Soedarso berperan untuk mendidik, dan melatih dokter spesialis jantung agar menjadi dokter intervensi kardiovaskular. Ini bagian dari percepatan layanan kesehatan, agar pendidikan tidak hanya terpusat di rumah sakit besar atau rumah sakit vertikal di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Pulau Jawa,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI), Nahar Taufiq, mengatakan fellowship merupakan pendidikan, dan pelatihan lanjutan bagi dokter spesialis untuk meningkatkan kompetensi. “Dengan dimulainya training di RSUD Soedarso, peserta tidak perlu belajar jauh-jauh karena bisa dilakukan di sini, dimulai dengan kuliah perdana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Jantung Terpadu RSUD Soedarso, Infan Ketaren, menyampaikan bahwa program fellowship ini terbuka tidak hanya bagi dokter di Kalbar, tetapi juga bagi dokter dari rumah sakit daerah di Pulau Kalimantan, bahkan luar Kalimantan.

“Dengan adanya pendidikan fellowship di RSUD Soedarso, kami berharap dokter-dokter jantung di Kalimantan dapat dididik menjadi konsultan intervensi. RSUD Soedarso diharapkan naik kelas, tidak hanya sebagai rumah sakit pelayanan, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan,” katanya.

Infan memaparkan, cathlab yang sudah terpasang, dan berjalan serta disetujui BPJS saat ini berada di Ketapang dan Sanggau. Sementara di Singkawang dan Kota Pontianak, alat telah tersedia, dan tenaga sudah ada, namun izin operasional masih dalam proses.

“Tahun ini juga akan datang alat cathlab di empat rumah sakit, yakni Sintang, Sambas, Mempawah, dan Kubu Raya. Beberapa dokter dari rumah sakit tersebut sedang dalam proses pendidikan, dan diharapkan dapat dididik di sini,” pungkasnya.

Dengan dimulainya pendidikan fellowship kardiologi intervensi ini, RSUD Soedarso diharapkan menjadi pusat penguatan SDM jantung intervensi di Kalimantan. Sekaligus mempercepat pemerataan layanan jantung, dan stroke di daerah. (bar)

Editor : Hanif
#Fellowship #RSUD SOEDARSO PONTIANAK #Kardiologi #layanan jantung #Perkuat SDM