PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyetujui jika pokok pikiran anggota DPRD Kota Pontianak bisa diarahkan ke program lain selain pembangunan infrastruktur. Sebelum program tersebut dijalankan, terlebih dulu melihat seberapa besar urgensi dan kebermanfaatannya bagi masyarakat.
“Saya sepakat dengan masyarakat. Jika pokir dewan bisa juga diarahkan untuk program-program pembangunan sumber daya manusia. Hanya saja, dalam merealisasikan program tersebut, dewan juga mesti melihat seberapa besar kebermanfaatan program tersebut untuk masyarakat,” kata Edi, Senin (17/2).
Saat ini, diakuinya dominan pokok pikiran dewan banyak difokuskan pada pembangunan infrastruktur. Seperti pengerjaan jalan lingkungan hingga drainase dalam gang. Namun, jika masyarakat meminta agar ke depan pokir dewan juga bisa dialihkan untuk program lain, pasti semakin baik. Dengan demikian akan muncul sinergi program dari pokir ini.
Di tengah efisiensi anggaran, dalam menjalankan program mesti dilihat betul kebermanfaatan program. Karena dengan terbatasnya anggaran, program yang dijalankan mesti paling menyentuh ke masyarakat.
“Semua program memang semuanya bermanfaat bagi masyarakat. Namun di tengah efisiensi ini kita harus menjalankan program yang paling menyentuh dan paling berpihak pada masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya salah satu warga Kota Pontianak Heri minta agar pemerintah mengalihkan sebagian program fisik seperti perbaikan jalan dengan program pembangunan SDM. Terlebih saat ini kondisi jalan di kota sudah bagus.
Begitu pula dengan jalan lingkungan sudah dalam keadaan mantap. Akan sayang rasanya, jika alokasi anggaran di tahun ini kembali untuk perbaikan peningkatan kualitas jalan yang sebetulnya sudah dalam keadaan baik.
Dia pun menyayangkan ketika tahun lalu pengerjaan jalan lingkungan sudah dilakukan di tahun ini, kenapa justru direncanakan lagi untuk ditinggikan dengan penambahan pengaspalan. Hal yang terjadi justru mengakibatkan jalan lebih tinggi dari rumah warga. Alhasil, ketika hujan deras disertai pasang air laut, air justru masuk ke dalam rumah warga.
Oleh sebab itu, dia menyarankan agar pemerintah mengalihkan program pengerjaan jalan yang sudah dalam keadaan bagus, untuk program lain. Seperti pengembangan SDM masyarakat Pontianak. Sasarannya bisa di segala sektor, tergantung kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan urgensi.
Anggota DPRD Kota Pontianak Rino Pandriya sependapat dengan masyarakat. Menurutnya, terdapat banyak program selain pengerjaan jalan yang mesti dilakukan untuk masyarakat Pontianak.
Seperti pelatihan skil diberbagai bidang dengan leading sektor Dinas Tenaga Kerja. Bantuan pembuatan keramba pemeliharaan ikan sungai di Dinas Perikanan. Penggarapan promosi potensi wisata Pontianak, hingga upaya pengenalan Pontianak sebagai upaya mendatangkan wisatawan luar mau ke Pontianak.
“Ini bisa dilakukan. Seperti pelatihan pemandu wisata lokal,” katanya.
Dia tidak menyoalkan jika pokok pikiran dewan bisa dialihkan ke dinas lain. Dengan demikian, dewan bisa lebih fleksibel dalam menentukan pokir yang dianggap memang tepat sasaran dan mengena kepada masyarakat banyak.
Malah dia berharap, dari pokir dewan bisa mendatangkan kebermanfaatan yang banyak. Seperti kegiatan pelatihan skil, tindak lanjutnya peserta bisa membuka usaha atau bisa bekerja setelah pelatihan itu. Atau bantuan pembuatan keramba sehingga masyarakat bisa melakukan budidaya ikan nila. Hasilnya bisa menjadi tambahan atau pondasi keuangan utama mereka ke depan.
“Hal-hal seperti ini sudah sepatutnya kita coba,” tutupnya.(iza)
Editor : Hanif