PONTIANAK POST – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Raya Mujahidin Pontianak saat ribuan umat Muslim melaksanakan salat Tarawih perdana dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (18/2).
Hadir dalam momentum religius tersebut Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Erlina, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan rasa syukur karena masyarakat kembali dipertemukan dengan Ramadan yang penuh berkah. Ia menegaskan, Ramadan merupakan kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh. Tujuan utama berpuasa, katanya, adalah meraih rida Allah SWT dan mencapai derajat takwa.
“Kita patut bersyukur karena Allah masih memberi kesempatan umur panjang sehingga kembali bertemu dengan bulan Ramadan. Mari memperbanyak amal saleh. Tujuan kita berpuasa adalah meraih rida Allah dan menjadi pribadi yang bertakwa, karena balasan bagi orang bertakwa adalah surga Allah,” tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsesama agar ibadah tidak sia-sia. Ia menyebut empat golongan yang dikhawatirkan terhalang dari ampunan Allah SWT, yakni mereka yang durhaka kepada orang tua, memutus tali silaturahmi—baik kepada sesama Muslim maupun non-Muslim—peminum khamar, serta mereka yang memelihara sifat iri dan dengki.
Terkait bakti kepada orang tua, ia menyampaikan pesan agar umat segera meminta maaf apabila pernah berbuat salah.
“Bagi yang masih memiliki orang tua, jangan durhaka. Jika pernah bersikap kasar, segeralah meminta maaf. Jasa orang tua tidak akan pernah terbalaskan. Bagi yang orang tuanya telah wafat, jangan lupa untuk terus mendoakan,” pesannya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah malam, menjaga konsistensi salat tahajud, serta memperbanyak tadarus Al-Qur’an setiap hari.
Menutup sambutannya, Gubernur mendoakan agar seluruh masyarakat Kalbar diberikan kesehatan dan kekuatan hingga akhir Ramadan, serta dapat menyambut Idulfitri dengan hati yang bersih.
“Semoga kita semua dapat menatap Idulfitri dalam keadaan suci, bersih dari dosa, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” tutupnya.
Kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar dalam Tarawih perdana ini menjadi simbol kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat dalam menjemput keberkahan Ramadan. (mse/r)
Editor : Hanif