Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bangun Trotoar Jalan Sultan Hamid II, Pemkot Percepat Penataan Pontianak Timur

Mirza Ahmad Muin • Minggu, 22 Februari 2026 | 21:59 WIB

Kendaraan melintas di Jalan Sultan Hamid II yang sudah menjadi dua jalur. Pemerintah Kota Pontianak bakal menata kawasan tersebut dengan membangun trotoar bagi pejalan kaki.
Kendaraan melintas di Jalan Sultan Hamid II yang sudah menjadi dua jalur. Pemerintah Kota Pontianak bakal menata kawasan tersebut dengan membangun trotoar bagi pejalan kaki.

PONTIANAK POST — Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan di Kecamatan Pontianak Timur seiring pesatnya pertumbuhan permukiman dan jumlah penduduk di wilayah tersebut.

Setelah penataan Jalan Sultan Hamid II menjadi dua jalur, Pemkot Pontianak berencana membangun trotoar di sepanjang ruas jalan yang menghubungkan Jembatan Kapuas I dengan Jembatan Landak.

“Jalan di sana sudah lebar dan diturap. Selanjutnya kita akan bangun trotoar di sepanjang Jalan Sultan Hamid II seperti di Jalan Ahmad Yani,” ujar Edi Rusdi Kamtono di hadapan jemaah Salat Subuh dalam rangkaian Safari Ramadan di Masjid Al Aqsa Komplek Palestin V Pontianak Timur, Sabtu (21/2).

Selain itu, Pemkot juga akan melebarkan Jalan Tekam hingga ke persimpangan Jalan Tani sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan.

“Program lainnya adalah pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Gang Semut untuk mengentaskan kawasan kumuh,” katanya.

Pemkot Pontianak juga merancang pembangunan jalur lingkar timur (outer ring road) yang menghubungkan kawasan Tanjung Raya hingga Ampera.

“Jalur tersebut diharapkan menjadi alternatif mobilitas warga sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalan utama,” tuturnya.

Meski sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk pelebaran beberapa ruas jalan utama, upaya percepatan pembangunan masih terkendala proses pembebasan lahan di sejumlah titik.

“Ada jalan yang sebenarnya bisa kita lebarkan karena anggarannya tersedia, tetapi lahannya belum bebas. Ini menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan jalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, meningkatnya jumlah kendaraan juga menjadi tantangan tersendiri.

Pertumbuhan ekonomi dan kemudahan masyarakat membeli kendaraan bermotor menyebabkan volume lalu lintas terus meningkat setiap tahun.

“Ini bukan hanya terjadi di Pontianak, tetapi hampir di semua kota besar. Karena itu, kita harus menyiapkan infrastruktur yang memadai,” ungkapnya.

Selain jalan, persoalan drainase juga menjadi perhatian. Beberapa kawasan di Pontianak Timur masih mengalami genangan ketika hujan bertepatan dengan pasang air Sungai Kapuas.

Pemkot akan memperbesar saluran sekunder menuju sungai serta menata sistem drainase kawasan permukiman baru agar tidak menimbulkan banjir lokal.

“Pontianak Timur sebenarnya bukan kawasan banjir, tetapi karena topografinya rendah, jika hujan bersamaan dengan pasang air dapat terjadi genangan. Maka drainase harus diperkuat,” jelas Edi.

Di sisi lain, Pemkot juga menyiapkan pembangunan fasilitas publik di wilayah timur, mulai dari ruang terbuka hijau, trotoar, jalur olahraga, hingga pembebasan lahan untuk sekolah, fasilitas umum, dan pemakaman.

“Keterbatasan lahan pemakaman juga menjadi persoalan di Pontianak Timur. Karena itu, kita berupaya membebaskan lahan yang representatif untuk pemakaman,” imbuhnya.

Edi menegaskan, pembangunan Pontianak Timur menjadi salah satu prioritas karena wilayah tersebut memiliki pertumbuhan penduduk tinggi serta peran strategis sebagai kawasan permukiman baru.

“Kita ingin pembangunan di Pontianak Timur berjalan seimbang. Tidak hanya perumahan yang tumbuh, tetapi juga infrastrukturnya, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta ruang publiknya,” tutupnya. (iza)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Trotoar #pembangunan #Pontianak Timur #Jalan Sultan Hamid II #proyek