PONTIANAK POST - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak Emiliana minta agar pelayanan fasilitas kesehatan untuk tetap sigap dalam melayani masyarakat selama bulan puasa ini. Demikian dikatakannya, Minggu (22/2).
“Saya berharap untuk pelayanan di semua fasilitas kesehatan milik Pemkot Pontianak untuk tetap sigap dalam melayani masyarakat yang sakit. Mulai dari pelayanan puskesmas hingga rumah sakit, diharap petugasnya tetap sigap, meskipun dalam keadaan puasa,” kata Emiliana.
Menurutnya, pelayanan kesehatan ini vital. Itu karena petugas kesehatan berhadapan dan melayani masyarakat yang sedang sakit. Oleh sebab itu meskipun petugas kesehatan tengah berpuasa, dimintanya petugas kesehatan menjaga kondisi tubuhnya agar tetap fit sehingga ketika melayani masyarakat dapat optimal.
Begitu juga dengan jam pelayanan kesehatan untuk puskesmas dan rumah sakit diharapnya dapat mengikuti aturan berlaku. Jangan sampai terdapat keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di bulan puasa ini.
Dia melanjutkan, kondisi cuaca serta peralihan musim, dapat menyebabkan kondisi fisik tubuh sebagian masyarakat yang tidak fit terpapar penyakit. Mulai dari batuk hingga demam.
Cuaca di Kota Pontianak ini, kata dia, bisa tiba-tiba berganti. Mulai dari panas terik di siang hari, lalu tiba-tiba pada sore hari turun hujan dengan intensitas tinggi. Ketika kondisi tubuh masyarakat tidak kuat, ini justru bisa menyebabkan demam.
"Mudah-mudahan saja, di bulan puasa ini tingkat masyarakat datang berobat ke fasilitas kesehatan tidak begitu tinggi. Namun petugas kesehatan juga mesti mengantisipasi, ketika terjadi peningkatan terhadap kunjungan masyarakat berobat ke puskesmas dan rumah sakit, hendaknya layanan dapat dimaksimalkan," katanya.
Termasuk ketersediaan obat-obatan di faskes. Stoknya diharap masih aman. Sehingga masyarakat setelah mendapat resep dokter mereka bisa mendapatkan obat di fasilitas kesehatan tempat mereka berobat.
“Kadang kalau obatnya tidak ada, masyarakat mesti ke apotek untuk menebus obat. Namun kalau obat tersedia, masyarakat tidak mesti ke apotek. Ini membantu sekali masyarakat yang sedang sakit,” ujarnya.
Modernisasi Faskes
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meresmikan Puskesmas Parit H Husein (Paris) II dan Puskesmas Siantan Tengah yang telah rampung dibangun pada akhir 2025, beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa dengan gedung yang baru ini, pelayanan harus semakin meningkat. Masyarakat harus lebih mudah, nyaman dan cepat mendapatkan layanan kesehatan.
Edi bilang, pembangunan fisik bukan satu-satunya fokus. Modernisasi juga dilakukan melalui pembaruan peralatan medis agar lebih canggih dan akurat. Ke depan, Pemkot juga akan membangun dan merehabilitasi sejumlah puskesmas lainnya seperti Batu Layang, Tambelan Sampit, dan Kampung Bangka.
“Alat-alat kesehatan akan terus kita perbarui supaya kualitas pemeriksaan semakin baik,” tambahnya.
Namun, menurutnya, modernisasi tidak hanya soal bangunan dan peralatan. Ia menekankan pentingnya kualitas pelayanan. Evaluasi kepuasan masyarakat akan menjadi indikator utama keberhasilan layanan. Intinya pelayanan harus mudah, cepat, dan membuat masyarakat semakin sehat.
Wali Kota juga berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan agar bekerja dengan hati dan profesional. Ia menekankan pentingnya sikap humanis dan ramah, terutama di lini depan pelayanan.
“Jangan sampai pasien yang datang sudah sakit, malah tambah tidak nyaman karena pelayanan yang kurang ramah. Layanilah dengan senyum dan empati,” pesannya. (iza/prokompim)
Editor : Hanif