Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bawaslu Gandeng Kemenag Kalbar, Madrasah Jadi Basis Penguatan Demokrasi

Novantar Ramses Negara • Senin, 23 Februari 2026 | 14:14 WIB

Bawaslu Kalbar bersama Kemenag Kalbar menandatangani kerja sama sosialisasi pengawasan partisipatif pada Senin (23/2).
Bawaslu Kalbar bersama Kemenag Kalbar menandatangani kerja sama sosialisasi pengawasan partisipatif pada Senin (23/2).

PONTIANAK POST - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kalimantan Barat mulai memperluas basis edukasi demokrasi dengan menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat.

Kolaborasi ini membuka ruang sosialisasi pengawasan partisipatif di madrasah dan satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Kanwil Kemenag Kalbar, Senin (23/2).

Ketua Bawaslu Kalbar, Mursyid Hidayat, menilai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan budaya demokrasi sejak dini. Kerjasama antara lembaga ini kata Mursyid,  bukan sekadar dokumen, melainkan implementasi program di lapangan.

“Kami melihat kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran publik. Sekolah dan madrasah adalah ruang efektif untuk membangun pemahaman pengawasan partisipatif,” ujarnya.

Baca Juga: Bawaslu Pontianak Uji Petik Pemilih TMS, Pastikan Data Akurat

Melalui kerja sama ini, Bawaslu akan melakukan sosialisasi terkait pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi tahapan pemilu. Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi demokrasi pelajar, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya integritas pemilu.

Selain menyasar peserta didik, kolaborasi ini juga mencakup penguatan pemahaman netralitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama. Menurut Mursyid, netralitas ASN merupakan salah satu fondasi menjaga kualitas demokrasi.

Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, menyatakan pihaknya siap membuka akses seluas-luasnya bagi program sosialisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan demokrasi harus berjalan beriringan dengan nilai toleransi dan moderasi beragama.

“Edukasi demokrasi penting untuk terus diperkuat, sejalan dengan upaya meneguhkan toleransi dan netralitas ASN di lingkungan kami,” kata Muhajirin.

Muhajirin menambahkan jika pihaknya dan Bawaslu Kalbar menargetkan peningkatan literasi demokrasi masyarakat melalui jalur pendidikan, sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam pengawasan pemilu. Program lanjutan berupa sosialisasi ke madrasah dan pembinaan ASN direncanakan berlangsung bertahap dalam waktu dekat. (mse)

Editor : Miftahul Khair
#sosialisasi #kemenag #BAWASLU KALBAR #madrasah #demokrasi #pengawasan partisipatif