PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri dua perayaan Imlek 2577 Kongzili bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Pendopo Gubernur Kalbar serta perayaan Imlek bersama masyarakat Hakka Kalimantan Barat di Rumah Hakka (Tulou), Jalan Hakka No. 2, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (25/2).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar, saya menyampaikan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh masyarakat Tionghoa, khususnya keluarga besar Hakka. Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai Le. Saya ingin kita semua mencintai Kalbar dan menumbuhkan rasa memiliki yang tinggi terhadap provinsi ini. Mari kita jaga keberagaman yang ada di Kalbar,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, wakil gubernur berharap Kalimantan Barat dapat terus menjadi provinsi yang aman, tenteram, harmonis, dan toleran. Ia menegaskan bahwa Kalbar memiliki beragam suku yang telah hidup berdampingan secara rukun.
“Saya tidak bosan-bosan mengingatkan karena saya ingin Kalbar ini aman, tenteram, harmonis, dan toleran,” tegasnya.
Krisantus juga berharap seluruh masyarakat Kalbar, khususnya masyarakat Tionghoa, dapat melangkah maju dengan semangat baru dalam menyongsong tahun yang baru.
“Saya berdoa kepada Tuhan, kepada Allah SWT, agar saudara-saudara Tionghoa kita diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Cendekia Tionghoa Indonesia (ICTI) Kalbar, Andy Kurniawan Bong, menjelaskan bahwa Perayaan Imlek Bersama 2577 Kongzili PSMTI merupakan bagian dari rangkaian Festival Cap Go Meh di Kota Pontianak sebagai pembuka kegiatan yang diselenggarakan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) bersama Pemerintah Kota Pontianak. Selain di Pendopo Gubernur Kalbar, acara kesenian tersebut juga digelar di Rumah Hakka (Tulou) Kabupaten Kubu Raya pada hari yang sama.
“ICTI menampilkan musik tradisional Tionghoa pada pembukaan acara malam ini untuk turut memeriahkan suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kota Pontianak,” tutupnya.
Sebagai informasi, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) merupakan organisasi kemasyarakatan warga Tionghoa berskala nasional yang didirikan pada 28 September 1998. Organisasi ini bersifat sosial, budaya, dan kemasyarakatan, serta berfungsi sebagai wadah komunikasi dan penyalur aspirasi warga Tionghoa dalam membangun Indonesia. PSMTI telah tersebar di lebih dari 31 provinsi dan 300 kabupaten/kota.
Adapun Hakka merupakan salah satu subetnis Tionghoa Han yang berasal dari Tiongkok Utara dan bermigrasi secara bertahap ke wilayah selatan. Kini komunitas Hakka tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, seperti di Kalbar dan Bangka Belitung. Mereka dikenal memiliki bahasa dan budaya khas, termasuk kuliner serta arsitektur rumah bundar yang dikenal sebagai Tulou. (mse/r)
Editor : Hanif