PONTIANAK POST - Ritual buka mata naga rangkaian perayaan Cap Go Meh dilakukan Minggu pagi bertempat di Kelenteng Kwan Tie Bio. Dari 49 naga akan tampil di festival naga, terdapat tiga naga dilakukan ritual. Sedangkan 46 naga lainnya diritualkan di masing-masing posko.
Ketua Panitia Cap Go Meh Pontianak Hendry Pangestu Lim mengatakan, setelah ritual buka mata, seluruh naga akan memberikan penghormatan di panggung utama yang berada tak jauh di Kelenteng Kwan Tie Bio
“Total ada 49 naga tahun ini. Setelah memberi penghormatan di panggung Ponegoro, naga-naga tersebut akan berkeliling mengunjungi para donatur, baik dari pihak swasta maupun instansi pemerintahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, puncak kegiatan akan berlangsung pada 3 Maret mendatang melalui Festival Naga Bersinar di sepanjang Jalan Gajah Mada. Parade tersebut akan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB atau setelah salat tarawih dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 02.00 dini hari menjelang sahur.
“Antusias masyarakat tahun ini luar biasa. Bukan hanya warga Pontianak, tapi juga dari luar daerah bahkan mancanegara yang datang menyaksikan,” tambahnya.
Hendry juga mengimbau masyarakat untuk membantu menjaga kelancaran aktivitas para pemain naga selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Saya berharap masyarakat bisa memberikan ruang dan kelancaran bagi para pemain naga yang sedang beraktivitas, baik saat kunjungan ke donatur maupun saat festival berlangsung,” katanya.
Selain menjadi tontonan, warga terlihat antusias berebut mengambil bagian jenggot naga hingga berjalan melewati bawah tubuh replika naga. Tradisi ini dipercaya membawa hoki atau keberuntungan bagi siapa saja yang melakukannya.
Usai seluruh rangkaian pertunjukan selesai, replika naga nantinya akan dikembalikan secara simbolis melalui prosesi pembakaran pada (4/3) di Yayasan Bhakti Suci Naga (YBN) Sungai Raya sebagai bentuk penutupan ritual.
Salah satu masyarakat, Catherine, mengaku antusias melihat kegiatan ini. Kehadiran di acara Ritual Naga Buka Mata tahun ini bukan sekadar menonton atraksi budaya, melainkan sebuah perjalanan pulang yang emosional.
Sebagai warga asli Pontianak Barat yang kini menetap di Bali, ia sengaja meluangkan waktu untuk kembali ke kampung halaman demi menyaksikan kemeriahan Cap Go Meh 2026.
"Rasanya luar biasa sekali bisa kembali ke sini. Meski saya sudah tinggal di Bali, atmosfer Cap Go Meh di Pontianak itu tidak ada duanya. Begitu mendengar tahun ini ada 49 naga yang tampil-jumlah yang sangat fantastis, saya sangat antusias," ujar ibu satu anak ini.
Ia mengaku terpukau dengan skala acara tahun ini yang terasa jauh lebih megah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Baginya, ritual buka mata naga adalah inti dari nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat Pontianak.
Selaras dengan tradisi yang diyakini masyarakat Tionghoa, Catherine juga tidak ingin melewatkan aspek simbolis dari ritual ini. Biasanya warga sangat antusias berburu "jenggot naga" untuk mendapatkan berkah keberuntungan atau hoki.
"Melihat naga-naga ini 'hidup' kembali lewat ritual buka mata memberikan energi positif. Bagi kami, ini adalah simbol harapan agar setahun ke depan penuh dengan perlindungan dan kelancaran rezeki," tutupnya. (iza)
Editor : Miftahul Khair