PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak jemaah untuk kembali merenungkan makna syukur, terutama atas nikmat kesehatan dan nafas yang setiap saat diberikan Allah SWT, saat menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) subuh di Masjid Agung Kota Singkawang, Selasa (3/3).
Mengawali tausiyahnya, Ria Norsan berbagi pengalaman saat terpapar COVID-19, beberapa tahun lalu. Ia menceritakan bagaimana dirinya harus menggunakan tabung oksigen selama menjalani perawatan di rumah sakit.
“Bapak Ibu sekalian, biaya oksigen selama tiga hari saja bisa lebih dari Rp3 juta. Kalau kita hitung, berapa besar nilai oksigen yang kita hirup gratis selama puluhan tahun ini,” ujarnya.
Menurutnya, manusia kerap fokus mensyukuri rezeki dalam bentuk materi, tetapi sering lupa bersyukur atas kesehatan dan nafas yang diberikan tanpa henti setiap detik.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan pentingnya memiliki sudut pandang yang tepat dalam menjalani kehidupan. Untuk urusan dunia, ia mengajak agar melihat ke bawah agar tumbuh rasa syukur dan terhindar dari sikap tidak puas.
“Syukuri apa yang kita miliki dengan melihat mereka yang lebih kekurangan. Tetapi dalam urusan ibadah, lihatlah ke atas. Jadikan semangat orang yang lebih tua namun tetap rajin ke masjid sebagai motivasi bagi kita, terutama yang masih muda,” pesannya.
Memasuki fase pengampunan di bulan suci Ramadan, Ria Norsan mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari api neraka sebagaimana firman Allah dalam QS At-Tahrim ayat 6. Ia juga menekankan agar Al-Qur’an benar-benar dijadikan pedoman hidup.
“Ramadan adalah bulan penuh keutamaan. Amalan sunnah diberi pahala seperti amalan wajib, dan amalan wajib dilipatgandakan,” tegasnya.
Menutup tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa umur merupakan rahasia Allah SWT dan tidak ada seorang pun yang mengetahui batas waktunya. “Bisa jadi hari ini kita mengantar orang yang meninggal, besok mungkin giliran kita yang diantar,” pungkasnya. (mse/r)
Editor : Hanif