Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dubes Tiongkok Temui Edi Kamtono, Bahas Investasi PLTSa dan Jembatan Garuda

Mirza Ahmad Muin • Jumat, 6 Maret 2026 | 10:32 WIB

 

 

BERTEMU: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bertukar cenderamata dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, usai audiensi di Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (5/3).
BERTEMU: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bertukar cenderamata dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, usai audiensi di Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (5/3).

PONTIANAK POST — Kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, ke Kota Pontianak membuka peluang kerja sama baru di bidang infrastruktur dan pengolahan sampah. Dalam pertemuan dengan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang VIP Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (5/3) pagi, Wang menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan dan penataan kota yang dinilainya cukup maju.

Menurut Wang, kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya ke Pontianak. Ia datang setelah menghadiri perayaan Imlek Nasional di Jakarta dan Festival Cap Go Meh di Singkawang. Dari berbagai cerita yang ia dengar, Pontianak dikenal sebagai pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Barat.

“Kami baru pertama kali datang ke Pontianak, tetapi kami melihat infrastruktur dan penataan kotanya sangat baik,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wang juga membuka peluang kerja sama antara Tiongkok dan Pemerintah Kota Pontianak. Salah satunya di bidang pengolahan sampah melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Menurutnya, Tiongkok memiliki teknologi yang cukup maju dalam mengolah sampah menjadi energi. Sejumlah perusahaan milik negara dari Tiongkok bahkan telah terlibat dalam proyek PLTSa di beberapa daerah di Indonesia.

“Indonesia secara nasional sudah mengajukan proyek PLTSa dan beberapa sudah disetujui. Kami memiliki teknologi yang cukup canggih untuk itu,” katanya.

Selain pengolahan sampah, Wang juga menyatakan kesiapan pihaknya mendukung pembangunan infrastruktur di Pontianak, termasuk rencana pembangunan Jembatan Garuda yang diharapkan dapat mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas kota.

Ia menambahkan, hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok saat ini berjalan baik dengan berbagai kerja sama investasi, termasuk di Kalimantan Barat pada sektor pertambangan dan hilirisasi bauksit yang menjadi bagian dari agenda nasional.

Wang juga menilai interaksi budaya antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok menjadi kekuatan tersendiri. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang mempelajari bahasa Mandarin sebagai bekal untuk memperluas kerja sama ekonomi dan internasional.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia menilai Pontianak memiliki hubungan historis yang panjang dengan masyarakat Tionghoa yang kini menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya kota.

“Banyak warga Tionghoa di Pontianak yang memiliki sejarah panjang dengan Tiongkok. Mereka telah menjadi warga negara Indonesia dan ikut mewarnai keberagaman di Pontianak,” ungkapnya.

Edi menambahkan, akulturasi budaya itu terlihat dari berbagai tradisi, kuliner, hingga keberadaan kelenteng-kelenteng tua di Kota Khatulistiwa. “Di Kalimantan Barat dikenal istilah Tidayu, akronim dari Tionghoa, Dayak, dan Melayu, sebagai simbol persatuan dan keberagaman masyarakat,” pungkasnya. (iza/r)

 

Editor : Hanif
#pltsa #investasi #Kerja sama #jembatan Garuda #Wali Kota Pontianak #dubes tiongkok