PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan meninjau pembangunan dan peningkatan fasilitas terminal baru Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang, Jumat (6/3).
Krisantus tiba di Ketapang menggunakan pesawat dan disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto beserta jajaran di Bandara Rahadi Oesman.
Kunjungan kerja Wagub ke Kota Ale-Ale tersebut dalam rangka menghadiri sejumlah agenda, di antaranya operasi pasar murah serta silaturahmi Ramadan bersama masyarakat. Selanjutnya, ia juga dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Kayong Utara.
Usai penyambutan, Krisantus bersama Sekda Ketapang langsung meninjau pembangunan terminal baru Bandara Rahadi Oesman yang saat ini masih dalam proses peningkatan fasilitas. Menurutnya, pembangunan infrastruktur bandara menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas wilayah di Kalimantan Barat.
“Saya baru saja mendarat di Ketapang dan ini pertama kali saya menggunakan pesawat ke sini. Biasanya saya menempuh perjalanan menggunakan mobil. Pembangunan terminal baru di Bandara Ketapang ini tentu perkembangan yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperluas dan meningkatkan fasilitas bandara karena dinilai akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saat ini sudah ada sekitar tujuh penerbangan yang melayani rute dari dan ke Ketapang. Ke depan juga direncanakan akan dibuka rute baru, termasuk ke Pangkalan Bun,” katanya.
Menurut Krisantus, penambahan rute penerbangan akan semakin mempermudah akses transportasi udara bagi masyarakat sekaligus mempercepat waktu tempuh perjalanan.
“Dengan semakin banyak penerbangan, tentu akan mempermudah masyarakat dalam bepergian. Transportasi udara menjadi lebih cepat dan efisien untuk menjangkau berbagai daerah,” ujarnya.
Ia juga menilai rencana pembukaan rute penerbangan ke Pangkalan Bun dapat membantu mengurangi kepadatan penerbangan yang selama ini banyak bertumpu di Pontianak.
“Kalau nanti rute ke Pangkalan Bun dibuka, ini akan membantu mengurai kepadatan penerbangan yang selama ini banyak melalui Pontianak,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat juga akan memiliki lebih banyak pilihan rute perjalanan.
“Kalau penerbangan ke Pontianak penuh, masyarakat bisa melalui Pangkalan Bun. Jadi alternatif perjalanan semakin banyak,” tutupnya. (mse/r)
Editor : Hanif