PONTIANAK POST – Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak, Selasa (10/3/2026).
Salah satu antrean terpantau di SPBU 64.781.19 yang berada di Jalan Merdeka.
Meski diguyur hujan, warga tetap rela menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebutkan stok BBM nasional diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 20 hari apabila terjadi dampak lanjutan dari konflik Iran–Israel.
Isu mengenai potensi kelangkaan BBM pun cepat menyebar di media sosial.
Akibatnya, banyak pengendara memilih segera mengisi bahan bakar kendaraan mereka di berbagai SPBU di Kota Pontianak.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga keluar area SPBU.
Salah seorang warga Siantan, Anton, mengaku mengetahui kabar terkait potensi kelangkaan BBM dari media sosial. Saat hendak berangkat kerja, ia melihat hampir seluruh SPBU yang dilalui dipadati antrean kendaraan.
“Saya tahu informasi itu dari media sosial. Tadi waktu berangkat kerja, hampir semua SPBU yang saya lewati ramai antre,” ujarnya.
Meski demikian, Anton menegaskan dirinya tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia mengisi BBM karena persediaan bahan bakar di kendaraannya memang sudah hampir habis.
“Saya isi biasa saja karena memang sudah hampir habis, bukan karena panik,” katanya.
Menurut Anton, kepanikan masyarakat kemungkinan dipengaruhi kekhawatiran terhadap kebutuhan mobilitas menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Pada periode tersebut, aktivitas dan pergerakan masyarakat biasanya meningkat.
Fenomena antrean panjang di SPBU ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan pasokan energi. Terlebih menjelang hari besar keagamaan, kebutuhan transportasi umumnya ikut meningkat.
Anton berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait kondisi stok BBM nasional agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu yang beredar dan tidak terjadi kepanikan.
“Seharusnya pemerintah segera memberikan kepastian terkait kondisi stok BBM agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu yang beredar,” pungkasnya. (Wan)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro