PONTIANAK POST - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat meminta pengurus masjid di sepanjang jalur mudik menghadirkan layanan Masjid Ramah Pemudik selama arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
“Masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial bagi masyarakat, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh,” kata Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Kalbar H. Mi’rad di Pontianak, Selasa (10/3).
Oleh karena itu, pihaknya mengajak pengurus masjid di jalur mudik untuk berpartisipasi menyediakan berbagai layanan bagi para pemudik.
Melalui program tersebut, pengurus masjid diminta membuka masjid selama 24 jam guna menyediakan fasilitas istirahat yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
Selain mendorong program Masjid Ramah Pemudik, Kementerian Agama Kalbar juga memperkuat sinergi lintas instansi guna memastikan pelaksanaan Ramadhan hingga Idulfitri berlangsung aman dan kondusif.
Dalam forum koordinasi tersebut, Mi’rad menyebut salah satu perhatian Kementerian Agama menjelang Idulfitri adalah penetapan besaran zakat fitrah bagi umat Islam di daerah.
Ia mengatakan Kemenag bersama ulama dan lembaga terkait telah berkoordinasi untuk menetapkan besaran zakat fitrah yang disesuaikan dengan harga beras di pasaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah melalui amil zakat yang resmi dan terpercaya, baik melalui masjid maupun lembaga pengelola zakat, sehingga distribusinya dapat tepat sasaran kepada para mustahik,” katanya.
Mi’rad juga menyinggung potensi perbedaan penetapan Hari Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menyebut Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan awal Syawal melalui sidang isbat berdasarkan hasil rukyat dan perhitungan hisab. (ant)
Editor : Hanif