PONTIANAK POST – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol Pipit Rismanto, mengeluarkan ultimatum kepada oknum yang mencoba menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan memanfaatkan situasi menjelang Lebaran. Polisi memastikan akan menindak tegas praktik tersebut jika ditemukan di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Kapolda usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2026 di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Kamis (12/3) sore. Ia menegaskan, pihaknya akan memerintahkan seluruh jajaran untuk berkoordinasi dengan PT Pertamina guna memastikan distribusi BBM tetap aman.
"Seperti yang disampaikan dalam amanat Bapak Kapolri, sementara ini ketersediaan BBM kita (Indonesia) cukup. Artinya masyarakat Kalbar tidak perlu panik,” ujarnya.
Menurut Pipit, selama Pertamina tidak menginformasikan adanya kendala distribusi ataupun kekurangan stok, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Ia mengingatkan agar tidak terjadi panic buying yang justru berpotensi memicu kelangkaan. Karena itu, jajaran kepolisian diminta melarang pembelian BBM dalam jumlah besar yang dinilai tidak wajar.
"Tidak ada yang panic buying. Saya perintahkan jajaran untuk melarang siapa pun membeli dalam jumlah besar, dan tidak normal. Harus ada larangan dan tindakan tegas,” tegasnya.
Kapolda juga menegaskan langkah pencegahan akan dilakukan melalui pengawasan, dan penyelidikan. Jika ditemukan praktik penimbunan, aparat diminta langsung melakukan penegakan hukum.
"Saya minta lakukan penyelidikan. Apabila ada yang melakukan penimbunan, lakukan penegakan hukum. Tidak perlu patroli lagi, tangkap saja,” katanya.
Pipit juga memberikan peringatan kepada kelompok-kelompok yang selama ini diduga kerap menimbun BBM agar tidak mengulangi praktik tersebut, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.
"Saya mengimbau kelompok oknum atau kelompok tertentu yang biasa menimbun BBM, jangan sampai saudara-saudara di hari raya Idulfitri harus mendekam di penjara,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan BBM harus dilakukan secara normal agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, terutama saat kebutuhan meningkat menjelang Lebaran.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga menjelaskan bahwa Polda Kalbar bersama TNI dan unsur Forkopimda resmi memulai pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026.
Operasi ini digelar secara serentak sebagai bagian dari operasi terpusat pengamanan Lebaran di seluruh Indonesia.
Di Kalbar, operasi tersebut difokuskan pada pengamanan sekaligus pelayanan kepada masyarakat selama akhir Ramadan hingga arus mudik, dan balik Idulfitri.
"Ini bukan hanya sekadar pengamanan, tetapi pelayanan kepada masyarakat selama kegiatan akhir Ramadan, mudik, perayaan Lebaran hingga pelaksanaan ibadah Idulfitri,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, untuk di Kalbar, Polri menurunkan sekitar 705 personel, sementara 1.544 personel lainnya berasal dari TNI serta berbagai instansi, dan stakeholder terkait yang turut terlibat dalam pengamanan. (bar)
Editor : Miftahul Khair