PONTIANAK POST — Pengelola Bandara Internasional Supadio memastikan kesiapan pelayanan angkutan Lebaran 2026 dengan membuka posko terpadu bersama seluruh pemangku kepentingan bandara, Jumat (13/3) di Bandara Supadio. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Idulfitri tahun ini.
General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, mengatakan pembukaan posko angkutan Lebaran menjadi tanda bahwa pengelola bandara siap melayani peningkatan mobilitas penumpang selama periode mudik.
“Kami sebagai pengelola Bandara Internasional Supadio telah melakukan pembukaan posko Lebaran 2026 bersama seluruh stakeholder dan juga pegawai internal Supadio. Ini menandakan bahwa kami siap melayani penumpang baik pada arus mudik maupun arus balik,” kata Maya, usai pembukaan posko terpadu di Bandara Internasional, Jumat (13/3).
Berbagai persiapan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional bandara selama periode musim mudik lebaran. Persiapan itu meliputi kesiapan fasilitas, peralatan, serta personel yang akan bertugas selama masa angkutan Lebaran.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan mudik tidak bisa dilakukan oleh pengelola bandara semata. Dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar operasional berjalan aman dan lancar.
“Dalam pelaksanaannya kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder bandara, baik dari TNI, Polri, karantina, bea cukai, imigrasi, maskapai penerbangan, hingga ground handling dan sejumlah pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Posko angkutan Lebaran tahun ini hanya berjumlah satu posko terpadu yang ditempatkan di area tengah terminal bandara. Di posko tersebut bergabung berbagai instansi yang terlibat dalam pelayanan penumpang.
Selain petugas bandara, posko juga diisi oleh perwakilan dari karantina, imigrasi, bea cukai, karantina kesehatan, serta didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan aparat kepolisian.
“Posko terpadu ini menjadi pusat koordinasi semua stakeholder bandara sehingga apabila terjadi kendala di lapangan bisa segera ditangani dengan cepat,” jelasnya.
Dari sisi pergerakan penumpang, Maya memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada musim mudik Lebaran tahun ini.
“Kenaikan diperkirakan mencapai sekitar tiga persen dibandingkan periode Lebaran sebelumnya. Sementara puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-2 Lebaran atau sekitar 19 Maret 2026. Pada tanggal tersebut jumlah penumpang diprediksi mengalami lonjakan dibandingkan hari-hari biasa,” ungkap Maya.
Ditanya puncak arus balik, Maya mengatakan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+7 Lebaran atau sekitar 28 Maret 2026 dengan tingkat peningkatan yang relatif sama, yakni sekitar tiga persen. (ash)
Editor : Hanif