Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Masjid Raya Mujahidin Pontianak Fasilitasi Ribuan Jemaah Iktikaf pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

haryadi PP • Senin, 16 Maret 2026 | 12:35 WIB

 

IKTIKAF: Masyarakat Pontianak melaksanakan ibadah iktikaf di Masjid Raya Mujahidin Pontianak pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Sabtu (14/3)
IKTIKAF: Masyarakat Pontianak melaksanakan ibadah iktikaf di Masjid Raya Mujahidin Pontianak pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Sabtu (14/3)

PONTIANAK POST - Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat kembali memfasilitasi ribuan jemaah untuk melaksanakan ibadah iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan tahun ini, sebuah tradisi spiritual yang pengelolaannya telah dimatangkan secara terstruktur sejak tahun 2005.

Ketua Remaja Masjid Raya Mujahidin Ridho Ramadhan ditemui Pontianak Post, Sabtu (14/3), mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat tetap tinggi dengan lonjakan signifikan pada malam-malam ganjil yang mencapai hingga 2.500 jemaah. Sehingga pihak panitia mengerahkan sedikitnya 50 personel untuk memastikan kelancaran registrasi, keamanan, hingga distribusi logistik sahur bagi para jemaah yang melakukan iktikaf.

"Lonjakan jemaah pada malam ganjil Ramadhan tahun ini berdasarkan data panitia, terdapat perbedaan signifikan jumlah kehadiran antara malam genap dan malam ganjil. Pada malam genap rata-rata jemaah yang  dihadiri ada sekitar seribu orang. Sementara untuk malam ganjil angka partisipasi jemaah yang melakukan iktikaf melonjak hingga 2.000sampai 2.500 orang," terangnya.

Ridho melanjutkan, untuk menjaga ketertiban dan akurasi data, panitia menerapkan sistem registrasi di enam titik pintu masuk, yang meliputi area jemaah laki-laki dan area aula perempuan. Langkah ini dilakukan guna menunjang kenyamanan beribadah, panitia mendistribusikan kupon konsumsi untuk santap sahur.

Proses penghitungan manual dilakukan setiap pukul 23.00 WIB guna memastikan jumlah kupon yang keluar selaras dengan jumlah jemaah yang hadir di lokasi.

“Kami mengerahkan sedikitnya 40 hingga 50 personel panitia setiap malamnya. Mereka bersiaga penuh selama sepuluh malam terakhir tanpa sistem shift (bergilir) untuk memastikan seluruh aspek, mulai dari dokumentasi, registrasi, hingga keamanan, tercover dengan baik,” ujarnya.

Salah seorang jemaah asal Sungai Raya Dalam, Aris, mengaku senang dengan pengelolaan itikaf tahun ini yang dinilainya sangat terorganisasi. "Saya sudah beberapa tahun terakhir beritikaf di sini. Meski jumlah jemaah mencapai ribuan, terutama pada malam ganjil seperti sekarang, alurnya tetap jelas. Tadi saat masuk, saya diarahkan ke titik registrasi," ujar Aris saat ditemui di sela-sela pelaksanaan iktikaf di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Menurut Aris, adanya konsumsi yang disediakan panitia iktikaf sangat membantu jemaah sehingga mereka tidak perlu khawatir mengenai logistik saat tiba waktu sahur.

"Walaupun panitia terlihat sangat sibuk karena jemaah membludak, pelayanan mereka tetap maksimal. Keamanan di setiap sudut masjid juga membuat kami merasa tenang untuk fokus beribadah hingga fajar tiba," ungkapnya.

Kehadiran ribuan jemaah ini menjadi bukti nyata bahwa Masjid Raya Mujahidin bukan sekadar pusat ibadah secara fisik, melainkan telah menjadi pusat spiritualitas bagi masyarakat Kalimantan Barat. Dengan dukungan penuh dari remaja masjid yang bersiaga tanpa henti, pelaksanaan iktikaf diharapkan dapat terus berjalan khidmat hingga malam penutup Ramadan. (yad)

Editor : Hanif
#MASJID RAYA MUJAHIDIN PONTIANAK #ramadan #Malam Ganjil #iktikaf