Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan, Kepala Daerah Diminta Berinovasi dan Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 25 Maret 2026 | 13:58 WIB

 

Jumadi
Jumadi

PONTIANAK POST - Pengamat Politik Kalimantan Barat, Jumadi memandang, efisiensi anggaran akan menjadi tantangan bagi semua kepala daerah. Agar roda program bisa berjalan, diperlukan banyak inovasi dilakukan oleh kepala daerah.

“Efisiensi anggaran ini sudah mulai dirasakan dampaknya di tingkat kabupaten/kota. Akibat efisiensi anggaran ini, sekarang malah dijadikan tameng bagi kepala daerah sehingga tidak berbuat banyak untuk menjalankan berbagai programnya,” katanya, Selasa (24/3).

Menurutnya, efisiensi anggaran jangan dijadikan kelemahan suatu daerah untuk tidak menjalankan program. Justru di tengah efisiensi ini, dia mendorong semua kepala daerah untuk melakukan banyak inovasi.

Menurut pantauannya, ketergantungan daerah terhadap anggaran pusat (fiskal pusat) masih sangat tinggi. Hal ini terlihat jelas dalam setiap debat publik calon kepala daerah yang solusinya selalu menjemput bola ke pusat.

Alhasil kondisi saat ini, banyak kepala daerah minim terobosan. Sehingga ketika menjalankan roda pemerintahan mereka terkesan apa adanya tanpa signifikan perubahan.

Padahal di sini, pemerintah daerah bisa berkreativitas dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) nya. Tapi kenyataan, peningkatan PAD melalui pengelolaan sumber daya alam atau jasa yang tidak membebani rakyat masih belum termaksimalkan.

Pemerintah daerah masih ketergantungan dengan pusat. Pola pikirnya masih selalu mengandalkan bantuan dari APBD ketimbang mencari solusi mandiri. "Memimpin daerah itu soal seni dan keberanian. Jangan sedikit-sedikit mengeluh efisiensi lalu tidak berbuat apa-apa. Makanya diperlukan inovasi dan terobosan nyata selama masih dalam koridor aturan yang berlaku," ungkapnya.

Berkaitan dengan efisiensi anggaran ini, dia juga menambahkan agar pemerintah perlu mengevaluasi program-program yang sudah berjalan. Seperti pelaksanaan MBG dirasanya harus ada evaluasi. Selain alokasi anggaran ini begitu besar, hasil dari program ini juga harus dilihat seberapa tinggi keberhasilannya.

Terlebih kondisi keuangan negara pastinya akan terhimpit, imbas dari perang antara Iran-AS dan Israel yang belum kunjung mereda. Di beberapa negara Asia Tenggara kondisinya sudah mengalami kelangkaan BBM. Jika ini terus terjadi, juga akan berpengaruh ke Indonesia dan pastinya Kalbar.

Kenaikan minyak dunia pasti akan mempengaruhi penggunaan anggaran. Termasuk di daerah ini. Oleh sebab itu, kepala daerah harus melakukan banyak inovasi untuk menghadapi berbagai tekanan kebijakan. Baik dari pemerintah pusat dan imbas perang dunia.(iza)

Editor : Hanif
#PAD #kepala daerah #tantangan daerah #efisiensi anggaran