Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tradisi Saprahan di Pendopo Kalbar Jadi Simbol Kesetaraan dan Kebersamaan di Hari Idulfitri

Novantar Ramses Negara • Rabu, 25 Maret 2026 | 14:16 WIB

 

SAPRAHAN: Suasana saprahan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat saat perayaan Idulfitri 1447.
SAPRAHAN: Suasana saprahan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat saat perayaan Idulfitri 1447.

PONTIANAK POST – Perayaan Idulfitri di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen menghidupkan kembali tradisi makan bersama khas Melayu, yakni saprahan.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menggelar makan saprahan bersama masyarakat pada hari pertama Idul Fitri 1447 H, Minggu (21/3/2026). Tradisi ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga jajaran perangkat daerah.

Dalam pelaksanaannya, peserta duduk bersila berkelompok di atas kain seprah dan menyantap hidangan secara bersama. Setiap kelompok umumnya terdiri dari enam orang, tanpa pembeda status sosial.

Sejumlah menu khas turut disajikan, seperti pacri nenas, ketupat patlau, rendang, opor ayam, dan sayur dalca. Seluruh hidangan dinikmati secara komunal dalam suasana santai dan terbuka.

Menurut Norsan, saprahan tidak hanya tradisi makan bersama, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan dan kesetaraan.

“Tidak ada sekat antara pemimpin dan masyarakat. Semua duduk bersama dan menikmati hidangan yang sama,” ujarnya.

Ia menilai, tradisi ini penting dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya lokal di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.

“Makan saprahan mengajarkan kebersamaan, adab, dan saling menghargai. Nilai-nilai ini penting untuk terus dijaga,” katanya.

Pelaksanaan saprahan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Idul Fitri di pendopo yang terbuka untuk masyarakat. Selain bersilaturahmi, warga dapat berinteraksi langsung dalam suasana yang lebih cair.

Kegiatan berlangsung hingga siang hari dan menjadi salah satu cara sederhana mempertemukan berbagai lapisan masya rakat dalam satu ruang tanpa sekat formal. (mse/r)

Editor : Hanif
#Idulfitri #kebersamaan #kalbar #saprahan #Pendopo #tradisi #kesetaraan