Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kemarau El Nino Mulai Terasa di Pontianak, Warga Diminta Hemat Air dan Siapkan Cadangan

Mirza Ahmad Muin • Jumat, 27 Maret 2026 | 09:42 WIB

 

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono

PONTIANAK POST - Ancaman kemarau panjang imbas El Nino Godzilla mulai terasa di Kota Pontianak. Di tengah langit yang kian jarang menurunkan hujan, warga diminta bersiap sejak sekarang. bukan hanya menghemat air, tetapi juga menimbun cadangan sebelum air berubah menjadi payau.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air bersih seiring indikasi awal musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino. Dalam beberapa pekan terakhir, hujan nyaris tak turun, menjadi sinyal awal perubahan cuaca yang perlu diwaspadai.

“Mengingat sekarang sudah masuk fenomena El Nino dengan kemarau yang cukup panjang, kita sudah beberapa minggu tidak hujan. Saya mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih. Kalau ada tempat penampungan, usahakan untuk ditampung,” ujarnya, Kamis (26/3).

Edi menjelaskan, kondisi air bersih yang disalurkan saat ini masih relatif aman dengan kadar garam yang rendah. Namun, situasi tersebut berpotensi berubah dalam waktu dekat seiring meningkatnya intrusi air laut yang dapat membuat air menjadi payau.

“Saat ini kadar garamnya masih rendah, tetapi kalau nanti meningkat, air akan menjadi payau. Itu yang perlu diantisipasi masyarakat Kota Pontianak,” tambahnya.

Fenomena ini tak lepas dari dinamika iklim global. Setelah sejumlah wilayah Indonesia dilanda hujan ekstrem dan banjir dalam beberapa bulan terakhir, kini ancaman beralih ke kemarau panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau mulai terasa pada April 2026 di banyak wilayah Indonesia.

Jika berkaitan dengan El Nino, kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang, lebih panas, dan lebih kering dari biasanya. Fenomena yang dipicu oleh perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ini berdampak pada pergeseran awan hujan, sehingga curah hujan di Indonesia menurun signifikan. (iza)

Editor : Hanif
#el nino #Kemarau #pontianak #Air Bersih #payau #hemat air