PONTIANAK POST – Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengintensifkan patroli, dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Upaya ini dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran serta mengantisipasi munculnya titik api baru.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel mengatakan, patroli, dan operasi pemadaman dilakukan secara terpadu lintas sektor. “Satgas BPBD bersama unsur terkait terus melakukan patroli dan pemadaman sebagai upaya preventif agar kebakaran tidak meluas, dan mencegah penyalaan api kembali,” ujarnya, Minggu (29/3).
Ia menjelaskan, keterlibatan dalam penanganan karhutla tidak hanya BPBD, tetapi juga TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan damkar, perusahaan, hingga masyarakat sekitar wilayah terdampak. Selain itu, status siaga darurat penanganan bencana asap akibat karhutla di Kalbar telah ditetapkan sejak 2 Februari 2026 hingga 15 November 2026, dan dapat diperpanjang sesuai kondisi di lapangan.
Sementara itu, berdasarkan laporan operasi di lapangan, kejadian karhutla terjadi di wilayah Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya pada 28 Maret 2026. Dalam operasi yang berlangsung sejak pukul 07.15 hingga 17.30 WIB, sekitar enam hektare lahan terbakar, dan 0,5 hektare berhasil dipadamkan. “Kondisi lahan masih berasap, dengan jenis lahan berupa hutan, semak belukar, dan kebun. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan rumah, dan infrastruktur dalam kejadian tersebut,” ungkapnya.
Di Kabupaten Ketapang, kebakaran terjadi di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan pada 28 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare, dengan sekitar satu hektare berhasil dipadamkan. “Lahan yang terbakar didominasi hutan, semak belukar, dan kebun. Saat ini kondisi lahan masih berasap,” jelas Daniel.
Dalam penanganan tersebut, personel gabungan dari BPBD Ketapang, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta pihak perusahaan turut dikerahkan. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah, dan infrastruktur dalam kejadian ini.
Sementara itu, di Kabupaten Kayong Utara, kebakaran terjadi di dua lokasi, yakni Desa Sejahtera, dan kawasan Sekip, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana. Kebakaran di wilayah ini terjadi pada 28 Maret 2026 sekitar pukul 11.10 hingga 13.00 WIB. Luas lahan yang terbakar sekitar 0,222 hektare, dan seluruhnya berhasil dipadamkan. “Objek yang terbakar berada di kawasan pemakaman. Kondisi saat ini masih terdapat asap di lokasi,” ungkapnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur, Daniel mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, dan tidak melakukan pembakaran lahan. Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat terjadi kabut asap. “Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.(bar)
Editor : Hanif