PONTIANAK POST - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio memprakirakan potensi hujan masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan. Kendati demikian, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap perlu diwaspadai, khususnya di wilayah pesisir barat seperti Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Supadio, Sutikno, mengatakan potensi hujan lebih dominan terjadi di wilayah Kalbar bagian tengah hingga timur. Sementara itu, wilayah barat Kubu Raya diperkirakan masih memiliki curah hujan yang relatif rendah.
“Untuk seminggu ke depan masih berpotensi hujan di sebagian besar wilayah Kalbar, terutama bagian tengah hingga timur. Namun untuk Kubu Raya, khususnya wilayah barat, curah hujan masih rendah sehingga karhutla tetap perlu diwaspadai,” ujar Sutikno kepada Pontianak Post, Senin (30/3) di Sungai Raya.
Dia menjelaskan, berdasarkan pantauan terkini, awan penghujan mulai terbentuk di sejumlah wilayah seperti Padang Tikar (Kubu Raya), Kubu, Mempawah, hingga Nanga Pinoh. Awan-awan tersebut diperkirakan akan terus meluas dan berpotensi meningkatkan intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan.
“Harapan kita dengan adanya hujan ini, karhutla bisa berangsur-angsur berkurang. Prediksi kami dalam dua hari ke depan kondisi karhutla sudah masuk kategori lebih aman,” jelasnya.
Namun demikian, Sutikno mengingatkan kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki dasarian kedua April (11–20 April), curah hujan diprediksi kembali menurun, sehingga potensi karhutla berpeluang meningkat lagi, terutama di wilayah pesisir barat Kalbar.
“Wilayah seperti Kubu Raya dan Mempawah tetap harus waspada, karena karakteristik wilayah pesisir barat memang lebih rentan ketika curah hujan menurun,” tegasnya. (ash)
Editor : Hanif