Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Mahasiswa Bakar Ban di DPRD Kalbar, Desak Penegakan Hukum dan Perlindungan Aktivis

Deny Hamdani • Selasa, 7 April 2026 | 12:32 WIB
AKSI DI DPRD KALBAR: Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Tanjungpura dan aliansi mahasiswa Kalbar menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kalbar, Pontianak, Senin (6/4). Dalam aksi tersebut, mahasiswa membakar ban dan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penegakan hukum serta perlindungan terhadap aktivis dan masyarakat sipil.  (DENY HAMDANI/PONTIANAK POST)
AKSI DI DPRD KALBAR: Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Tanjungpura dan aliansi mahasiswa Kalbar menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kalbar, Pontianak, Senin (6/4). Dalam aksi tersebut, mahasiswa membakar ban dan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penegakan hukum serta perlindungan terhadap aktivis dan masyarakat sipil. (DENY HAMDANI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Asap hitam dari ban yang dibakar membumbung tinggi di halaman Kantor DPRD Kalimantan Barat, Senin (6/4) sore. Di tengah kepulan asap dan pengawalan ketat aparat kepolisian, puluhan mahasiswa bersuara lantang menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari penegakan hukum hingga perlindungan terhadap aktivis dan masyarakat sipil.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar oleh mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tanjungpura bersama sejumlah aliansi mahasiswa di Kalimantan Barat. Mereka mendatangi kantor wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai belum mendapat perhatian serius, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Aksi yang semula dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB baru berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah berkumpul di halaman kantor DPRD Kalbar, massa mulai menyampaikan tuntutan melalui orasi secara bergantian.

Mahasiswa menyoroti sejumlah isu yang dinilai krusial, di antaranya persoalan pendidikan, pengelolaan sumber daya alam, hingga berbagai kasus kemanusiaan yang tengah menjadi perhatian publik.

Dalam aksinya, mahasiswa juga membakar ban bekas sebagai simbol protes terhadap berbagai persoalan yang mereka anggap belum ditangani secara serius. Asap tebal sempat masuk hingga ke area gedung DPRD Kalbar, menambah ketegangan suasana aksi yang berlangsung di bawah penjagaan aparat berseragam lengkap.

Sejumlah mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan anggota DPRD Kalbar yang datang menemui massa. Mereka menyoroti dugaan pembungkaman terhadap aktivis dan masyarakat sipil serta mendesak penegakan hukum atas sejumlah kasus kekerasan.

Beberapa tuntutan yang disampaikan di antaranya menolak segala bentuk pembungkaman terhadap aktivis dan masyarakat sipil, mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus, serta menuntut pembentukan tim pencari fakta independen.

Mahasiswa juga meminta pemulihan hak korban secara menyeluruh, mendesak pengusutan kasus pembunuhan Arianto Tawakal, menolak perluasan kewenangan aparat, serta meminta pengembalian fungsi TNI dan Polri sesuai peran masing-masing.

Selain itu, mereka menuntut penghentian proses hukum terhadap Tarsius Fendy Sesupi dan mendesak pengusutan teror yang terjadi di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.

 

Sempat Memanas

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga mendesak agar pimpinan daerah dan aparat keamanan hadir secara langsung untuk mendengarkan aspirasi mereka. Mereka meminta kehadiran Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, serta pimpinan DPRD Kalbar dalam aksi berikutnya agar dialog dapat dilakukan secara terbuka.

Sejumlah anggota DPRD Kalbar yang berada di kantor sempat menemui massa aksi. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Kalbar Prabasa Anantatur, Ketua Komisi I Rasmidi, serta Sekretaris Komisi I Zulfydar Zaidar Mochtar.

Mahasiswa bahkan meminta para wakil rakyat tersebut duduk bersama mereka di area aksi sebagai bentuk keseriusan dalam menyerap aspirasi yang disampaikan.

Hingga pukul 17.47 WIB, aksi masih berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Situasi di lokasi terpantau tetap kondusif meskipun sempat memanas akibat pembakaran ban dan desakan massa yang terus menggema di halaman gedung DPRD Kalbar. (den)

Editor : Hanif
#bakar ban #penegakan hukum #aksi #DPRD Kalbar #mahasiswa