PONTIANAK POST – Peran keluarga dinilai menjadi kunci dalam mencegah penyebaran paham radikalisme, terutama di tengah masifnya penggunaan media sosial. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pengawasan terhadap penggunaan teknologi, khususnya pada anak, perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan keluarga.
Menurutnya, perkembangan digital membawa peluang sekaligus risiko, terutama ketika media sosial dimanfaatkan untuk menyebarkan konten negatif. Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, terdapat lebih dari 21 ribu konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme sepanjang 2025.
“Kondisi ini menjadi ancaman serius jika tidak diantisipasi sejak dari lingkungan keluarga,” ujarnya.
Ria Norsan menekankan pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam membimbing serta mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak.
Baca Juga: Wali Kota Pontianak Pastikan Tidak Ada PHK PPPK Meski Tunjangan Pegawai Dipangkas
Ia menilai pendidikan karakter dan akhlak harus menjadi prioritas utama, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Kita ingin anak-anak memiliki akhlak yang baik, pendidikan yang cukup, dan mampu berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong keluarga untuk membangun keharmonisan sebagai fondasi dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka seminar yang digelar Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (6/4/2026), yang turut dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menekankan peran organisasi perempuan sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah penyebaran paham radikalisme di lingkungan masyarakat.(mse/r)
Editor : Hanif