PONTIANAK POST - Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak M Akif mengatakan, terdapat empat isu strategis dalam penanganan sosial di Pontianak. Mulai dari kemiskinan, sulitnya mencari lapangan kerja, bantuan sosial tidak tepat sasaran dan penanganan anak terlantar dan lanjut usia.
“Dalam upaya mengentaskan persoalan sosial di Pontianak untuk tahun ini, pagu anggaran yang dialokasikan Dinsos kurang lebih sebesar 13 miliar. Dari alokasi anggaran tersebut, kami gunakan untuk berbagai kegiatan penanganan sosial,” ujar M Akif, Selasa (7/4).
Dijelaskannya, terdapat empat isu strategis Dinsos Pontianak. Empat isu itu mulai dari persoalan kemiskinan, kemudian sulitnya mencari lapangan pekerjaan, penanganan anak terlantar dan lansia terakhir masih adanya masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan sosial.
Sebagai upaya penanganan persoalan tersebut, di tahun ini pihaknya sudah menyiapkan langkah strategis dalam menekan terjadinya persoalan sosial di Pontianak.
Akif menilai, persoalan kemiskinan ini memang harus dientaskan. Dalam pengentasannya, Dinas Sosial tidak hanya memberikan bantuan sosial saja. Namun peningkatan sumber daya manusia masyarakat miskin juga ditingkatkan. Seperti pemberian pelatihan satpam, kemudian pelatihan skil seperti gunting rambut, perbaikan HP dan lainnya.
Harapan Akif, dengan adanya pelatihan tersebut, diharap masyarakat miskin yang sudah mendapatkan pelatihan ini bisa mempraktekkan skillnya. Ketika itu bisa berjalan, maka masyarakat miskin bisa mendapatkan lapangan kerja, bahkan jika usahanya maju mereka bisa membuka lapangan pekerjaan sehingga mereka dapat meningkatkan taraf ekonominya.
Lebih dalam dia melanjutkan, persoalan penelantaran anak dan lansia juga masih kerap dihadapi teman-teman Dinsos di lapangan. Sebagai tindak lanjutnya, pihaknya telah melakukan penanganan seperti pengecekan di lapangan. Ketika ditemukan penelantaran Dinsos juga melakukan berbagai tahapan. Termasuk penanganan lansia. Dalam penanganannya Dinsos berupaya untuk menyelesaikan semuanya.
Persoalan lain kata dia, Dinsos juga kerap kucing-kucingan dengan pengemis kambuhan. Di lapangan, ternyata cukup banyak ditemukan pengemis yang asalnya bukan dari Kota Pontianak.
“Dalam penanganannya jika asal pengemis dari luar Pontianak, maka kami koordinasikan langsung dengan Dinsos domisili tempat pengemis itu tinggal. Kemudian kami kembalikan ke daerah asal. Belum lama ini kami juga sudah mengembalikan salah satu pengemis ke Bogor. Selama di sini, mereka tinggal di PLAT,” ungkapnya.
Sedangkan temuan masyarakat miskin belum mendapatkan bantuan sosial, saat ini verifikasi terus dilakukan. Di bulan puasa lalu saja, Dinsos sudah menyerahkan bantuan uang tunai. Dari 2700 keluarga, 2030 keluarga sudah mendapatkannya. Besaran bantuan itu Rp 6 ratus ribu per keluarga.
“Di tahap kedua akan kami berikan lagi di bulan Juli atau Agustus. Termasuk 677 keluarga yang belum dapat dari total 2700 keluarga ini,” tukasnya. (iza)
Editor : Hanif