PONTIANAK POST – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat bekerja sama dengan PT Taspen dan Bank Mandiri Taspen menggelar sosialisasi terkait persiapan purna tugas serta peluang usaha bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (13/4), di Aula Soepomo.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai jaminan sosial, kesiapan memasuki masa pensiun, hingga literasi keuangan dan kewirausahaan bagi ASN.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalbar, Jonny Pesta Simamora, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan sejak dini dalam menghadapi masa purna tugas. Ia mengingatkan bahwa ASN perlu menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan perencanaan masa depan.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar Bekali Notaris Baru, Perkuat Kompetensi dan Integritas Profesi
“Pada waktunya kita semua akan memasuki masa purna tugas. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan yang matang, termasuk dalam mengelola waktu, aktivitas, serta merencanakan keberlanjutan ekonomi di masa mendatang,” ujarnya.
Ia juga mendorong ASN untuk mulai mempertimbangkan peluang usaha yang tidak bertentangan dengan tugas dan fungsi jabatan, sehingga tetap produktif setelah pensiun.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengenal, memahami, hingga mempertimbangkan peluang usaha yang dapat dijalankan. Harapannya, ke depan ASN mampu menjadi individu yang produktif dan mandiri secara ekonomi,” tambahnya.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar Perkuat Pengawasan Notaris Lewat Rakor MPWN dan MPDN Se-Kalbar
Dalam sesi materi, Kepala Cabang PT Taspen Pontianak, Mardiansyah Ismi, memaparkan kemudahan layanan Taspen yang kini telah berbasis digital. Ia menjelaskan proses autentikasi hingga pencairan dana yang dapat dilakukan melalui aplikasi maupun mitra pembayaran seperti ATM dan gerai ritel.
Ia juga mengingatkan peserta agar waspada terhadap maraknya penipuan digital yang mengatasnamakan instansi resmi.
“Jika menerima pesan atau panggilan mencurigakan, segera tahan, pastikan kebenarannya, dan laporkan. Taspen tidak pernah menghubungi peserta secara langsung tanpa melalui instansi resmi. Jangan mudah tergiur tawaran atau mengklik tautan yang tidak jelas,” tegasnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Khairulrizka Muhammad yang menjelaskan program utama Taspen, meliputi Tabungan Hari Tua (THT), pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM). Ia juga menekankan pentingnya pemahaman ASN terhadap hak dan manfaat yang diterima, baik saat aktif maupun setelah pensiun.
Sementara itu, perwakilan Taspen Life, Suci Hati, mengulas kebijakan pemerintah terkait optimalisasi kepesertaan ASN, termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menyebut pemerintah terus mendorong peningkatan kesejahteraan melalui program tambahan seperti top up manfaat THT.
Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada regulasi yang sepenuhnya menyamakan hak pensiun antara PPPK dan PNS, karena masih menunggu aturan turunan dalam bentuk Peraturan Pemerintah.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, serta perwakilan Kementerian HAM di wilayah Kalbar.
Melalui sosialisasi ini, ASN di lingkungan Kanwil Kemenkum Kalbar diharapkan semakin siap menghadapi masa purna tugas, memahami hak secara optimal, serta mampu merancang masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera. (*)
Editor : Miftahul Khair