Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

JCF Gandeng TEMPO Gelar UKW di Pontianak, Dorong Standarisasi dan Profesionalisme Jurnalis Kalbar

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 13 April 2026 | 23:33 WIB
Ilustrasi jurnalis
Ilustrasi jurnalis

 

PONTIANAK POST - Upaya meningkatkan standar dan profesionalisme wartawan di Kalimantan Barat kembali diperkuat melalui kolaborasi antara Journalist Collaboration Forum (JCF) dan Lembaga Uji TEMPO.

Keduanya akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Juli 2026 di Pontianak.

Kegiatan ini menjadi bagian dari dorongan sistematis untuk memastikan jurnalis di daerah memiliki kompetensi yang terukur dan sesuai standar Dewan Pers.

Ketua Journalist Collaboration Forum, Deska Irnan Syafara, mengatakan UKW kali ini terbuka bagi wartawan dari berbagai media di Kalimantan Barat dengan total kuota awal 20 peserta.

“Kuotanya 20 orang dan dibagi empat kelas. Dua kelas untuk jenjang Utama dan dua kelas untuk jenjang Madya,” ujar Deska, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan kuota tersebut akan bertambah jika antusiasme peserta tinggi.

Bahkan, JCF juga membuka peluang penyelenggaraan kelas untuk jenjang Muda.

Menurut Deska, persiapan UKW telah dimatangkan melalui rapat daring bersama Lembaga Uji TEMPO melalui TEMPO Institute pada Kamis (9/4/2026).

Tidak hanya UKW, JCF juga menyiapkan program penguatan kapasitas berupa kelas Jurnalisme Investigasi yang akan melibatkan jurnalis dari TEMPO.

Pelatihan tersebut direncanakan berlangsung selama dua hari dengan fokus pada penguatan teknik peliputan mendalam dan etika investigasi.

“Kami ingin jurnalisme tetap hidup di Kalimantan Barat. TEMPO dikenal disiplin dan konsisten menjaga kualitas kerja jurnalistik, dan kami ingin belajar dari itu,” kata Deska.

Sementara itu, Sekretaris JCF, Jauhari Fatria menegaskan bahwa kerja sama dengan TEMPO tidak hanya berhenti pada pelaksanaan UKW, tetapi akan dikembangkan menjadi program berkelanjutan.

“Ke depan kami ingin ada pelatihan jurnalistik yang juga menyasar calon wartawan, tidak hanya yang sudah bekerja di media,” jelasnya.

Melalui program ini, JCF berharap ekosistem pers di Kalimantan Barat semakin kuat di tengah tantangan disrupsi digital dan menurunnya minat terhadap profesi jurnalis.

UKW dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga eksistensi dan kredibilitas pers di era modern. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kalimantan barat #Tempo #wartawan #jurnalis #pers