Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Krisantus Kurniawan Tegaskan Sinergi dengan Polri untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan di Kalimantan Barat

Novantar Ramses Negara • Rabu, 15 April 2026 | 09:20 WIB
DISKUSI: Wakil Gubernur Krisantus Kurnaiwan memandu diskiusi bersama Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Balai Petitih. (Adpim Pemprov Kalbar)
DISKUSI: Wakil Gubernur Krisantus Kurnaiwan memandu diskiusi bersama Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Balai Petitih. (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyambut peserta Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Balai Petitih, Selasa (14/4). Dalam sambutannya, Krisantus menyoroti posisi strategis Kalbar sebagai wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia serta dekat dengan Brunei Darussalam.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi dan penguatan infrastruktur di kawasan perbatasan. Sejalan dengan tema kegiatan, ia menegaskan bahwa ketahanan pangan, energi, dan ekonomi merupakan pilar utama pembangunan daerah dalam menghadapi dinamika global.

“Kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi menjadi pilar pembangunan Kalimantan Barat. Fokus kita adalah hilirisasi dan penguatan wilayah perbatasan agar menjadi pusat pertumbuhan baru yang mandiri dan kompetitif,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peserta Sespimti Polri yang memilih Kalbar sebagai lokus studi. Menurutnya, kehadiran para peserta diharapkan dapat memberikan gagasan solutif terhadap berbagai persoalan di lapangan, khususnya di sektor pangan.

Baca Juga: Krisantus Kurniawan Tekankan Integritas dan Disiplin pada Pembukaan Pelatihan Dasar CPNS Kalimantan Barat 2026

Lebih lanjut, Krisantus memaparkan capaian sektor ketahanan pangan di Kalbar yang menunjukkan tren positif. Indeks Ketahanan Pangan (IKP) meningkat dari 70,81 pada 2022 menjadi 73,1 pada 2024.

Untuk memperkuat capaian tersebut, pemerintah provinsi menargetkan cetak sawah seluas 7.100 hektare serta optimalisasi lahan di sejumlah wilayah strategis seperti Kubu Raya dan Landak.

Selain itu, transformasi digital di sektor pertanian juga terus didorong melalui penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan platform digital SI-PAPA TAMPAN untuk meningkatkan produktivitas.

“Pangan difokuskan pada optimalisasi lahan dan penguatan produksi lokal. Kami juga melakukan transformasi kelembagaan melalui peningkatan status Balai Penerapan Modernisasi Pertanian menjadi Balai Besar pada 2026,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti alih fungsi lahan, krisis regenerasi petani, serta dampak perubahan iklim. Berdasarkan analisis Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) 2025, masih terdapat beberapa kecamatan yang masuk kategori rentan dan agak rentan pangan, sehingga memerlukan intervensi yang lebih terarah.

Baca Juga: Siapa Merusak, Siapa Membayar

Dalam konteks tersebut, Krisantus menegaskan bahwa peran Polri sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan, terutama dalam menjaga stabilitas distribusi dan keamanan rantai pasok.

“Peran Polri tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memastikan distribusi pangan berjalan lancar, mencegah distorsi pasar, serta memberikan rasa aman bagi petani dan pelaku usaha,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya telah berjalan melalui pengawasan distribusi pupuk, pelaksanaan Satgas Pangan, serta Gerakan Pangan Murah.

Menutup arahannya, Krisantus berharap kegiatan PKDN ini mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang aplikatif bagi kebijakan daerah.

“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar setiap kebijakan yang diambil berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pendamping Sespimti Polri, Irjen Pol. Bariza Sulfi dan Brigjen Pol. Fajar Budiyanto, menyampaikan bahwa Kalbar menjadi salah satu dari delapan lokasi pelaksanaan PKDN.

“Kami memilih Kalbar karena memiliki potensi besar untuk kajian ketahanan pangan. Kami berharap hasil kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi institusi, negara, dan masyarakat,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Manto, menambahkan bahwa sinergi dengan kepolisian telah dilakukan melalui berbagai program, seperti pengendalian inflasi, pengelolaan lahan tidur, pengawalan pupuk bersubsidi, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga melibatkan peran aktif Bhabinkamtibmas di lapangan dalam mendukung program ketahanan pangan di seluruh kabupaten/kota. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Kalbar, dr. Harisson, serta Kepala Perum Bulog Kalbar beserta jajaran. (mse/r)

Editor : Hanif
#PKDN #Krisantus Kurniawan #BALAI PETITIH #polri #hilirisasi