Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

NasDem Kalbar Bantah Pemberitaan Tempo, Tegaskan Konsep 'Political Bloc' Bukan Merger Partai

Deny Hamdani • Rabu, 15 April 2026 | 15:38 WIB
Pengurus DPW NasDem Kalbar melakukan aksi demo, Rabu (15/4) di kantor DPW Nasdem terkait pemberitaan di salah satu media nasional di Jakarta. (DOK NASDEM)
Pengurus DPW NasDem Kalbar melakukan aksi demo, Rabu (15/4) di kantor DPW Nasdem terkait pemberitaan di salah satu media nasional di Jakarta. (DOK NASDEM)

 

PONTIANAK POST – Polemik antara Partai NasDem dan Majalah Tempo di tingkat pusat merembet hingga daerah. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kalimantan Barat menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait pemberitaan Tempo dalam konferensi pers di Pontianak, Rabu (15/4).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW NasDem Kalbar, Idris Maheru, menilai pemberitaan tersebut tidak tepat dan menyimpang dari gagasan yang disampaikan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

“Pemberitaannya tidak benar. Yang diwacanakan oleh Ketua Umum adalah konsep political bloc, bukan merger partai,” tegas Idris.

Baca Juga: Ramadan Jadi Panggung Konsolidasi dan Ibadah: NasDem Kalbar Gelar Diskusi Politik dan Buka Puasa Bersama, Tancap Gas Bidik Kemenangan 2029

Menurutnya, konsep political bloc yang diusung NasDem merupakan bentuk aliansi politik yang lebih kuat dan bersifat jangka panjang, berbeda dengan koalisi konvensional yang selama ini dinilai tidak konsisten di setiap tingkatan pemerintahan.

Ia menjelaskan, dalam konsep tersebut, partai-partai tetap mempertahankan identitas masing-masing, namun membangun kerja sama strategis yang lebih solid, baik di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

“Ini seperti koalisi permanen berbasis kebijakan. Jadi bukan penggabungan partai. Identitas tetap ada, hanya kerja samanya yang diperkuat,” ujarnya.

Baca Juga: ICW Kecam Pengangkatan Kembali Ahmad Sahroni Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR, NasDem Tegaskan Sesuai Mekanisme

Idris juga menilai wacana merger partai politik sulit direalisasikan, mengingat adanya perbedaan ideologis dan struktur internal masing-masing partai. Terlebih, kata dia, posisi NasDem sebagai salah satu partai besar di tingkat nasional maupun daerah menjadi pertimbangan penting.

“Merger itu sangat sulit. Ada faktor ideologis dan struktural. Apalagi NasDem merupakan partai besar, baik secara nasional maupun di Kalbar,” katanya.

Terkait langkah lanjutan, DPW NasDem Kalbar menyatakan akan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme resmi, termasuk kemungkinan membawa kasus ini ke Dewan Pers.

“Kami menunggu arahan dari DPP. Prinsipnya, kami akan tetap menempuh jalur hukum sesuai koridor yang berlaku,” ujar Idris.

Selain itu, NasDem Kalbar juga menuntut klarifikasi dan permintaan maaf dari pihak Tempo atas pemberitaan yang dinilai menyesatkan dan berpotensi menimbulkan keresahan di internal partai.

“Berita ini meresahkan. Masa partai sebesar NasDem dikabarkan akan merger. Itu jelas tidak benar dan harus diluruskan,” tegasnya.

Baca Juga: Legislator NasDem Kalbar Minta Penindakan Tegas Terhadap WNA China yang Serang Aparat di Ketapang

DPW NasDem Kalbar memastikan akan tetap mengedepankan mekanisme penyelesaian sengketa pers secara profesional, sembari menjaga stabilitas politik dan kepercayaan publik terhadap partai. (den)

Editor : Miftahul Khair
#political bloc #merger partai #partai nasdem #tempat