PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) periode 2025–2030 di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (14/4).
Pelantikan dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, yang sekaligus menyerahkan bendera pataka kepada Erlina sebagai Ketua Umum Aspeksindo.
Usai pelantikan, Norsan menyampaikan apresiasi dan berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran daerah pesisir dalam pembangunan nasional.
“Selamat atas pelantikan ini. Semoga amanah dapat dijalankan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bersama Warga Jayawijaya Gelar Bakti Sosial Bersihkan Tempat Ibadah
Ia menegaskan Aspeksindo memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan potensi wilayah pesisir, termasuk di Kalimantan Barat yang memiliki garis pantai cukup luas.
Menurutnya, pengembangan sektor maritim perlu difokuskan pada pembangunan kampung nelayan serta hilirisasi industri perikanan.
“Kita dorong pengembangan kampung nelayan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir secara terpadu,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pengolahan hasil perikanan agar memiliki nilai tambah. “Ikan tidak hanya dijual mentah, tetapi harus diolah menjadi produk bernilai tambah dan siap ekspor,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Trenggono, menekankan pentingnya transformasi ekonomi berbasis kelautan melalui hilirisasi dan pemanfaatan teknologi.
Baca Juga: Anggaran KIP Kuliah Meningkat, Akses Pendidikan Terjamin?
Ia menyoroti produksi rumput laut Indonesia yang besar, namun belum memberikan nilai ekonomi optimal karena masih dijual dalam bentuk bahan baku. “Tantangan kita adalah mengubah produksi menjadi industri bernilai tambah,” ujarnya.
Ia juga menyebut sektor perikanan Indonesia masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan negara lain, meski beberapa komoditas seperti udang telah menunjukkan kontribusi signifikan terhadap ekspor.
Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan budidaya komoditas strategis serta penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan.
Di sisi lain, Ketua Umum Aspeksindo Erlina Norsan, menegaskan komitmennya menjadikan wilayah pesisir sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, pembangunan kelautan harus diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan pengembangan industri pengolahan di daerah.
Baca Juga: Arne Slot Sudah Habiskan Rp9 Triliun, Liverpool Siap Belanja Lagi Usai Musim Mengecewakan
“Ikan tidak cukup hanya ditangkap, tetapi harus diolah agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal,” tegas Erlina yang juga Bupati Mempawah ini.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, termasuk mangrove dan terumbu karang, serta mendorong pemanfaatan potensi ekonomi baru seperti blue carbon.
“Jika darat adalah halaman depan, maka laut adalah masa depan yang harus kita menangkan,” pungkasnya. (mse/r)
Editor : Hanif