PONTIANAK POST - KANTOR Kementerian Haji Dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pontianak mengimbau agar tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah Haji dan Umrah.
Muslimin, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pontianak menjelaskan, imbauan ini muncul menyusul maraknya informasi palsu (hoaks) yang beredar melalui media sosial dan pesan WhatsApp. Mulai dari tawaran haji tanpa antre, promo umrah gratis, hingga permintaan transfer uang untuk keperluan administrasi tertentu.
"Waspadai tawaran berangkat haji langsung tanpa mengikuti daftar tunggu resmi pemerintah. Juga Informasi undian atau bantuan umrah gratis yang meminta data pribadi atau klik tautan tertentu," jelasnya.
Dia juga mengingatkan, penggunaan visa ziarah atau turis untuk beribadah haji berisiko deportasi dan denda besar. Banyaknya akun palsu atau nomor WhatsApp yang menggunakan foto profil pejabat Kemenhaj untuk meminta dana.
Baca Juga: Perut Buncit Tak Kunjung Hilang? Dr Zaidul Akbar Ungkap Cara Alami Tanpa Olahraga dan Diet Ribet
"Masyarakat Kota Pontianak diimbau untuk mencari informasi resmi mengenai pendaftaran dan keberangkatan haji dan umrah yang hanya dirilis melalui kanal resmi pemerintah," ulasnya.
Muslimin juga menekankan agar warga tidak mudah tergiur harga murah dan selalu melakukan pengecekan langsung ke kantor Kemenhaj terdekat untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Hendaknya menjaga data dan informasi pribadi seperti NIK atau nomor rekening dan tidak memberikan kepada pihak yang tidak dikenal.
"Segera laporkan jika menemukan indikasi penipuan melalui layanan pengaduan resmi atau kepolisian setempat," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif