PONTIANAK POST - KANTOR Kementerian Agama Kota Pontianak kembali melaksanakan agenda Silaturahmi Magrib Isya Keliling (Simmaisling) yang kini memasuki putaran ke-92 di Masjid Darul Muttaqiem, Gang Wonosobo, Kecamatan Pontianak Kota.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Ruslan menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam menjalankan instruksi untuk menghadirkan Kemenag di tengah masyarakat.
"Simmaisling ini adalah implementasi nyata dari amanah Menteri Agama Nasaruddin Umar, bahwa Kemenag tidak boleh hanya duduk di belakang meja. Kita harus hadir tepat di tengah masyarakat, melihat kondisi mereka secara langsung, dan memastikan setiap kebijakan keagamaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat," ucapnya.
Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai kanal informasi terkait berbagai layanan teknis keagamaan yang dapat diakses masyarakat. Ruslan juga turut menyampaikan prosedur pernikahan di KUA, percepatan sertifikasi tanah wakaf, hingga layanan pengukuran arah kiblat.
Dialog dua arah ini digelar guna menjawab tuntas pertanyaan jemaah, sehingga kendala komunikasi yang selama ini dialami masyarakat terkait layanan birokrasi dapat teratasi secara instan dan transparan.
Selain layanan administratif, Ruslan menyosialisasikan visi Masjid Ramah yang menjadi prioritas pengembangan saat ini. Konsep ini mencakup penyediaan fasilitas yang aksesibel bagi lansia dan disabilitas, serta kenyamanan bagi jemaah perempuan hingga konsep ramah pengantin.
Harapannya, transformasi masjid yang inklusif ini dapat membawa rahmat bagi seluruh elemen warga. Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan program jemput bola ini guna memastikan terciptanya tatanan masyarakat yang religius, terlayani dengan baik, dan harmonis dalam keberagaman.
Kehadiran tim Kemenag di tengah jemaah bertujuan untuk memotong jarak birokrasi, sehingga warga dapat menyampaikan aspirasi atau pertanyaan terkait pelayanan publik secara langsung tanpa harus datang ke kantor.
Simmaisling merupakan upaya jemput bola untuk memastikan kehadiran negara di tengah jemaah. Keterbukaan informasi adalah komitmen utama Kemenag Kota Pontianak dalam memberikan pelayanan yang transparan dan responsif.
Kemenag Kota Pontianak siap menjawab dan berupaya memberikan solusi atas kendala pelayanan yang mungkin dirasakan masyarakat di lapangan.
"Kami berharap program ini dapat terus konsisten dijalankan guna menjaga keharmonisan umat serta meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan yang lebih humanis dan akuntabel di mata masyarakat luas," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif