Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

KNKT Targetkan Laporan Awal Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Sekadau Terbit dalam 30 Hari

Miftahul Khair • Jumat, 17 April 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi Helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 (tipe H-130T2) dengan nomor registrasi PK-CFX. (ISTIMEWA)
Ilustrasi Helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 (tipe H-130T2) dengan nomor registrasi PK-CFX. (ISTIMEWA)

 

PONTIANAK POST — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan laporan awal atau preliminary report terkait kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dapat dirilis dalam waktu 30 hari sejak insiden terjadi.

"Dalam 30 hari kita akan keluarkan laporan awal yang berisi data faktual," kata Investigator KNKT, Dian Saputra di Pontianak, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan, laporan awal tersebut akan memuat data hasil investigasi lapangan, termasuk kondisi cuaca hingga performa mesin sebelum kecelakaan terjadi.

Baca Juga: DPRD Kalbar Minta Investigasi Menyeluruh Penyebab Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Sekadau

Meski demikian, KNKT belum dapat menyimpulkan penyebab jatuhnya helikopter karena proses investigasi masih berjalan dan membutuhkan analisis mendalam.

"Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan. Kita masih menunggu hasil analisis," tuturnya.

Dian menambahkan, helikopter PK-CFX tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR) sebagaimana pesawat komersial.

Baca Juga: Operasi SAR Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Resmi Ditutup, Seluruh Korban Dievakuasi

Sebagai alternatif, tim investigasi memanfaatkan engine data recorder untuk mengumpulkan informasi terkait kinerja mesin, termasuk kondisi oli dan putaran mesin sebelum insiden

Selain itu, KNKT juga menghimpun berbagai data pendukung dari lokasi kejadian, termasuk kemungkinan rekaman kamera yang dapat membantu proses rekonstruksi peristiwa.

Seluruh data yang terkumpul akan dianalisis secara menyeluruh, termasuk melibatkan pihak manufaktur helikopter di Prancis guna memastikan validitas temuan teknis.

KNKT memperkirakan laporan akhir atau final report yang memuat penyebab kecelakaan beserta faktor yang berkontribusi baru akan dirilis dalam kurun waktu hingga 12 bulan.

"Investigasi ini difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, dengan tujuan menghasilkan rekomendasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang," katanya. (*/ant)

Editor : Miftahul Khair
#helikopter jatuh Sekadau #investigasi penyebab kecelakaan #knkt