PONTIANAK POST – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Adat Budaya Tionghoa Indonesia menggelar rapat pleno perdana pasca pelantikan pengurus periode terbaru. Agenda konsolidasi internal tersebut berlangsung di Hotel Neo Pontianak, kemarin.
Rapat pleno ini membahas sejumlah program strategis organisasi, termasuk persiapan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang direncanakan dalam waktu dekat. Forum juga menetapkan Wakil Ketua Umum, Hamdan, sebagai Ketua Panitia Rakernas dan memberikan mandat untuk segera menyusun struktur kepanitiaan.
Ketua Umum MABT Indonesia, Suyanto Tanjung, menegaskan pentingnya penguatan konsolidasi dan militansi organisasi sebagai fondasi dalam menjalankan program kerja ke depan.
Baca Juga: Tiket Pesawat Domestik di Kalbar Lebih Mahal dari Luar Negeri, MABT Desak Pemerintah Turun Tangan
“Konsolidasi harus diperkuat. Pengurus pusat juga perlu turun langsung ke daerah, baik ke DPD maupun DPW, agar roda organisasi bergerak efektif dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya dalam arahan rapat.
Ia juga meminta panitia Rakernas segera menentukan waktu pelaksanaan dengan melibatkan seluruh unsur organisasi, termasuk perwakilan daerah di Kalimantan Barat.
“Rakernas harus dipersiapkan dengan matang dan melibatkan semua pihak agar menghasilkan keputusan yang strategis bagi organisasi,” tambahnya.
"Melalui rapat pleno ini, MABT Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya Tionghoa, sekaligus berkontribusi bagi masyarakat luas di Indonesia," timpalnya. (den)
Editor : Miftahul Khair