PONTIANAK POST — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat menggelar Mobile Intellectual Property Clinic melalui talkshow bertema “IP and Sport” dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026. Kegiatan ini disiarkan langsung melalui RRI Pontianak 104,2 MHz FM dan kanal YouTube Pro1 RRI Pontianak, Jumat (24/4).
Talkshow yang dipandu Vico AlHadi tersebut menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalbar Jonny Pesta Simamora, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat Sugeng Hariadi, serta pelatih sekaligus penggiat bela diri Junaidi SR Tambi Ali.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas hubungan erat antara kekayaan intelektual (KI) dan dunia olahraga, mulai dari aspek prestasi hingga potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
Baca Juga: Kemenkum Kalbar Dorong Perda Ketahanan Pangan Kubu Raya Baru agar Lebih Relevan dan Adaptif
Kepala Disporapar Kalbar, Sugeng Hariadi, menegaskan bahwa olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga menyimpan peluang besar dalam pengembangan kekayaan intelektual. Menurutnya, metode latihan, desain perlengkapan olahraga, logo klub, merek, hingga produk apparel dapat menjadi aset KI yang bernilai ekonomi.
“Pelaku olahraga tidak hanya memperoleh penghasilan dari pertandingan. Melalui kekayaan intelektual yang didaftarkan, mereka juga berpeluang mendapatkan nilai ekonomi tambahan, seperti royalti maupun kerja sama komersial,” ujarnya.
Ia mencontohkan inovasi lokal seperti desain jersey dengan motif khas Kalimantan Barat maupun pengembangan perlengkapan olahraga yang dapat memiliki nilai ekonomi tinggi apabila mendapatkan perlindungan hukum yang tepat.
Baca Juga: Kemenkum Kalbar Dukung Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak di Momentum Hari Kartini ke-62
Sugeng juga mengingatkan pentingnya pencatatan KI agar karya dan inovasi tersebut tidak dimanfaatkan pihak lain tanpa izin.
Sementara itu, Junaidi SR Tambi Ali membagikan pengalamannya selama berkarier sebagai atlet hingga pelatih. Ia menilai disiplin, konsistensi, dan mental yang kuat menjadi faktor utama dalam membangun prestasi jangka panjang.
“Prestasi tidak datang secara instan. Dibutuhkan proses panjang, kerja keras, dan komitmen tinggi. Saya ingin menciptakan atlet-atlet yang lebih baik dari saya di masa depan,” ungkapnya.
Menurut Junaidi, perlindungan merek dan identitas dalam dunia olahraga juga sangat penting, khususnya bagi pelatih maupun pelaku usaha yang telah membangun reputasi selama bertahun-tahun. Legalitas dinilai menjadi langkah penting agar nama maupun karya tidak disalahgunakan pihak lain.
Di sisi lain, Kepala Kanwil Kemenkum Kalbar Jonny Pesta Simamora menilai kesadaran masyarakat terhadap perlindungan kekayaan intelektual masih perlu diperkuat. Ia menyebut masih banyak karya dan inovasi yang belum didaftarkan sehingga rawan dimanfaatkan tanpa izin.
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong masyarakat, khususnya pelaku olahraga, untuk lebih memahami pentingnya melindungi karya dan inovasi yang dimiliki. Ini penting agar hak ekonomi dan moral tetap terjaga,” jelasnya.
Baca Juga: Pakai Baju Adat Tidayu, Kemenkum Kalbar Tegaskan Kesiapan Raih Predikat WBBM Tahun 2026
Jonny juga menambahkan bahwa laporan sengketa kekayaan intelektual di Kalimantan Barat masih tergolong rendah. Namun, menurutnya hal itu perlu dikaji lebih dalam, apakah karena minimnya pelanggaran atau justru rendahnya kesadaran masyarakat untuk melapor.
Selain itu, talkshow juga menyoroti perkembangan olahraga sebagai bagian dari industri yang mampu menggerakkan ekonomi dan sektor pariwisata. Event olahraga dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi melalui keterlibatan UMKM, sektor jasa, hingga promosi destinasi wisata daerah.
Melalui kegiatan ini, Kemenkum Kalbar berharap literasi masyarakat terkait kekayaan intelektual semakin meningkat dan semakin banyak inovasi olahraga yang memiliki nilai ekonomi serta daya saing tinggi. (*)
Editor : Miftahul Khair