PONTIANAK POST – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, turun langsung meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) hari keempat di Universitas Tanjungpura (Untan), Jumat (24/4/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar pemantauan rutin, tetapi juga memastikan integritas ujian benar-benar terjaga di tengah meningkatnya berbagai modus kecurangan secara nasional.
Hasilnya, pelaksanaan UTBK di Untan dinilai berjalan lancar dengan sistem pengawasan yang semakin diperketat.
Panitia disebut mampu mengantisipasi berbagai potensi kecurangan sejak awal.
“Hari keempat, alhamdulillah sudah sangat lancar dibandingkan hari pertama. Dari berbagai pengalaman, panitia sudah mengantisipasi seluruh potensi kecurangan,” ujar Menteri Brian.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk kecurangan.
Setiap pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Modus kecurangan apa pun pasti akan diketahui. Kami ingatkan, ikuti ujian dengan jujur dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” tegasnya.
Kehadiran Menteri Brian di Untan juga memperlihatkan kepercayaan pemerintah terhadap kesiapan kampus tersebut sebagai salah satu lokasi strategis pelaksanaan UTBK yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan meritokrasi.
Tak hanya meninjau pelaksanaan ujian, Mendiktisaintek juga mengapresiasi berbagai inovasi Untan di luar aspek akademik.
Salah satunya adalah sistem pengelolaan sampah terpadu yang dinilai berpotensi menjadi model solusi lingkungan berbasis kampus.
“Pengelolaan sampah di Untan bisa dikembangkan lebih sistematis sehingga tidak hanya menyelesaikan persoalan internal, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi Kota Pontianak,” jelasnya.
Selain itu, Program Asrama Berdampak Untan turut mendapat perhatian. Program ini dinilai berhasil mendorong mahasiswa mengembangkan keterampilan kewirausahaan dan kemandirian ekonomi.
Menteri Brian bahkan meninjau langsung unit usaha mahasiswa seperti perkebunan melon dan peternakan ayam yang telah menghasilkan keuntungan.
“Kami melihat langsung hasilnya cukup baik. Harapannya ini terus dikembangkan, sehingga Untan tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga solusi konkret, termasuk dalam mendukung swasembada pangan,” tuturnya.
Soroti Integritas
Di tingkat nasional, pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 memang masih dibayangi persoalan integritas.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan, sedikitnya 2.640 peserta terindikasi melakukan kecurangan dari total 871.496 peserta yang memperebutkan sekitar 260.000 kursi di perguruan tinggi negeri.
Berbagai modus ditemukan, mulai dari penggunaan joki, pemalsuan identitas, alat komunikasi tersembunyi, hingga praktik sindikat terorganisir.
“Ketika seleksi dimasuki strategi manipulatif yang sistematis, ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi menyangkut fondasi etika pendidikan,” tegas Puan.
Ia mendorong penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi agar mampu menutup celah kecurangan yang terus berkembang.
Sementara itu, Ombudsman RI menilai secara umum pelaksanaan UTBK 2026 berjalan tertib.
Namun, sejumlah kendala teknis seperti gangguan listrik dan jaringan internet masih ditemukan di beberapa lokasi.
Ombudsman juga menerima laporan dugaan kecurangan yang kini dalam tahap verifikasi oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
Meski demikian, keberhasilan Untan menjaga ketertiban dan integritas pelaksanaan UTBK menjadi sinyal positif di tengah tantangan nasional.
Kampus ini tidak hanya menunjukkan kesiapan teknis, tetapi juga komitmen kuat dalam menjaga kejujuran sebagai fondasi pendidikan. (ars/ant)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro