Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Optimalisasi Sawit Berkelanjutan dan Hilirisasi Industri

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 25 April 2026 | 11:23 WIB
Gubernur Ria Norsan saat menghadiri Dialog Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan tema Transformasi Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan untuk Kemandirian Pangan. (Adpim Pemprov Kalbar)
Gubernur Ria Norsan saat menghadiri Dialog Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan tema Transformasi Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan untuk Kemandirian Pangan. (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri Dialog Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia dengan tema “Transformasi Pengelolaan Kelapa Sawit Berkelanjutan untuk Kemandirian Pangan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Le Méridien Jakarta, Kamis (23/4).

Dalam forum tersebut, Ria Norsan menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas unggulan Kalbar yang berperan besar dalam menopang perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Statistik Perkebunan Kalbar 2024, luas perkebunan sawit mencapai 2,17 juta hektare dengan produksi lebih dari 7,4 juta ton per tahun.

“Sebanyak lebih dari 284 ribu kepala keluarga menggantungkan hidup pada sektor ini. Karena itu, pengelolaan sawit harus terus dioptimalkan agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Polres Sambas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala untuk Deteksi Dini Gangguan Personel

Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi industri sawit di Kalimantan Barat. Saat ini, sebagian besar produk crude palm oil (CPO) masih diekspor ke berbagai negara, sementara kapasitas pengolahan di daerah dinilai masih terbatas.

Selain itu, Gubernur menanggapi dinamika penertiban kawasan hutan oleh Satgas PKH yang berdampak pada kebun masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar kebun sawit rakyat, khususnya skala kecil, tetap dapat dimanfaatkan.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar kebun masyarakat sekitar dua hektare tetap bisa dikelola, meskipun berada di kawasan hutan,” jelasnya.

Menurutnya, sektor perkebunan sawit menjadi tumpuan utama masyarakat, terutama di tengah penurunan harga komoditas lain seperti karet.

Lebih lanjut, Ria Norsan menyampaikan bahwa penguatan tata kelola sawit berkelanjutan, termasuk penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), masih menghadapi berbagai tantangan, terutama bagi pekebun swadaya.

Baca Juga: Petani Muda Sambas Panen 9,6 Ton per Hektare, Bukti Inovasi dan Ketekunan di Sawah

Untuk itu, diperlukan dukungan berupa akses terhadap bibit unggul, pupuk, pendampingan, teknologi, serta pembiayaan agar pekebun dapat memenuhi standar keberlanjutan.

“Pendekatan yang holistik dan kolaboratif sangat diperlukan agar sawit tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Dialog nasional ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan kebijakan dan langkah bersama dalam memperkuat tata kelola kelapa sawit berkelanjutan yang inklusif, produktif, dan berdaya saing.(mse/r)

Editor : Hanif
#petani #gubernur kalbar #sawit berkelanjutan #Optimalisasi #hilirisasi