Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wagub Kalbar Krisantus Buka RAT Puskop CU Borneo, Tekankan Koperasi Harus Adaptif dan Modern

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 25 April 2026 | 11:31 WIB
Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan memukul gong tanda dibukanya Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pusat Koperasi Credit Union (Puskop CU) Borneo Tahun Buku 2025 (Adpim Pemprov Kalbar)
Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan memukul gong tanda dibukanya Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pusat Koperasi Credit Union (Puskop CU) Borneo Tahun Buku 2025 (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pusat Koperasi Credit Union (Puskop CU) Borneo Tahun Buku 2025. Kegiatan tersebut digelar di Aula Fransiskus Asisi Tirta Ria, Kubu Raya, Kamis (23/4), dan ditandai dengan pemukulan gong.

RAT ini menjadi momentum strategis bagi gerakan koperasi di Kalimantan Barat untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan langkah inovatif di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Dalam sambutannya, Krisantus mengapresiasi kontribusi Credit Union (CU) yang dinilai telah berperan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah. Ia menyebut Kalbar sebagai salah satu basis gerakan CU terbesar di Indonesia.

“Kalbar merupakan salah satu pusat gerakan CU terbesar di Indonesia. CU mampu menjangkau hingga ke dusun-dusun dan memberikan layanan keuangan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Ria Norsan Dorong Optimalisasi Sawit Berkelanjutan dan Hilirisasi Industri

Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan koperasi. Menurutnya, koperasi tidak hanya berfokus pada pengelolaan aset, tetapi juga harus menghadirkan layanan berbasis teknologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Koperasi harus berani berinovasi, termasuk menghadirkan layanan digital dan sistem keanggotaan yang modern. Ini penting agar CU tetap kompetitif dan relevan,” tegasnya.

Menanggapi hadirnya berbagai skema koperasi simpan pinjam yang dikembangkan pemerintah, Krisantus meminta CU tetap optimistis. Ia menilai kekuatan utama CU terletak pada rasa memiliki dan ikatan emosional para anggotanya.

“CU adalah milik anggota. Setiap anggota memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan bersama. Ini yang menjadi kekuatan utama yang tidak dimiliki lembaga lain,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Puskop CU Borneo, Martono, melaporkan bahwa hingga 31 Desember 2025, total aset gabungan lima CU primer telah mencapai Rp9 triliun, dengan jumlah anggota mendekati 600 ribu orang di seluruh Kalbar.

Baca Juga: Polres Sambas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala untuk Deteksi Dini Gangguan Personel

Selain itu, gerakan koperasi ini juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja dengan menyerap sekitar 1.800 tenaga kerja.

Martono menegaskan bahwa CU tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jika ada anggota yang telah bergabung lebih dari tiga tahun namun belum mengalami peningkatan kesejahteraan, maka itu menjadi bahan evaluasi. Kami ingin memastikan kehadiran CU benar-benar meningkatkan ekonomi anggota,” pungkasnya.(mse/r)

Editor : Hanif
#Koperasi #digital #Wagub Kalbar #CU