PONTIANAK POST - Upaya meningkatkan literasi kesehatan tentang penanganan kanker terus digencarkan Kepedulian Saling Bantu (Kesatu) Kalbar. Kali ini berkolaborasi dengan Rumah Sakit Kanker Modern Guangzhou melalui bincang kesehatan yang digelar Sabtu (25/4) di Pontianak. Harapannya, edukasi ini membuka akses informasi dan optimisme baru bagi pejuang kanker di daerah, khususnya Kalbar.
Menghadirkan dr. Muliono, SpKKLP, FIHFAA., FISOva sebagai guest speaker yang membahas perkembangan teknologi pengobatan kanker minim invasif yang kini menjadi harapan baru bagi pasien.
Metode ini diklaim mampu menargetkan sel kanker secara presisi dengan efek samping lebih ringan dibanding terapi konvensional.
Baca Juga: Pemkab Sanggau Gelar Program Sejuta Vaksin HPV, Tekan Risiko Kanker Serviks
"Selama ini masih ada masyarakat menganggap tabu pengobatan kemoterapi, radiasi dan operasi sehingga perlu diedukasi," ujarnya.
Bahkan, lanjut dia sekarang telah ada penanganan kanker dengan cara yang lebih modern. Seperti kemoterapi intervensi (intra arteri), pengobatan kemo yang dilakukan di pusat sel kanker melalui intraveri.
Jarum langsung masuk ke pusat kanker dalam pengobatan ini. Metode kedua yakni metode helium. Analoginya es batu disiram air panas, metode ini tidak perlu operasi.
Baca Juga: Beri Dukungan Moral bagi Pejuang Kanker, KESATU Kalbar Gelar Buka Puasa Bersama
Sedangkan untuk radiasi baru akan dilakukan jika sudah ada kesepakatan. Ini cukup sekali seumur hidup. Penanganan ini diklaim tidak merusak jaringan normal.
Sesi diskusi berlangsung interaktif, diikuti peserta dari komunitas penyintas, keluarga pasien, yang antusias bertanya seputar pilihan terapi, deteksi dini, hingga layanan rujukan.
Stevan, Perwakilan RS Modern Cancer mengatakan, kegiatan ini ingin mengedukasi dan sosialisasi masyarakat bahwa telah ada rumah sakit yang menangani kanker dengan cara modern, yaitu minim efek samping.
"Selama ini, masyarakat bukan hanya syok ketika mendengar penyakit kanker tetapi juga dilema untuk mengobatinya karena banyaknya efek samping yang ditimbulkan. Ini menjadi harapan baru bagi pejuang kanker," ungkapnya.
Salah satu penyintas kanker Agus Suhaimi turut menjadi pembicara. Dia menceritakan pengalamannya saat dirawat dan berobat di RS Guangzhou.
"Ada dua tim yang menangani saya di RS Guangzhou, satu tim medis, satunya lagi tim herbal, "jelasnya.
Ketua Harian Kesatu Kalbar Darmansyah berharap semoga kegiatan ini menambah semangat para pejuang kanker di Kesatu untuk sembuh.
Baca Juga: Cukup 3–4 Menit Sehari, Olahraga Ini Bisa Turunkan Risiko Kanker
"Lewat kegiatan ini pula, para penyintas kanker semakin memahami bagaiamana mempertahankan menambah kesehatan," timpal Darmansyah. (mrd).
Editor : Miftahul Khair