PONTIANAK POST - Sekda Kalbar Harisson mengingatkan lulusan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) agar siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif saat wisuda Sarjana ke-34 Tahap I, Sabtu (25/4).
Ia menegaskan, ijazah saja tidak cukup, karena lulusan dituntut memiliki keterampilan, pengalaman, kemampuan komunikasi, dan daya adaptasi.
“Lulusan tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga harus memiliki keterampilan, pengalaman, kemampuan komunikasi, dan daya adaptasi,” tegasnya.
Harisson menyebut tantangan utama bukan hanya lapangan kerja terbatas, tetapi juga ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: Panorama Jetski Hadir di Kapuas, Edi Kamtono Apresiasi Inovasi Wisata Generasi Muda Pontianak
Mengacu data BPS Kalbar, persoalan ketenagakerjaan masih menjadi perhatian sehingga lulusan harus memiliki keunggulan.
Ia juga menyoroti perubahan cepat akibat teknologi dan kecerdasan buatan yang mengubah pola kerja sekaligus melahirkan jenis pekerjaan baru.
“Di era digital, banyak pekerjaan berubah, lulusan harus fleksibel, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi,” katanya.
Harisson mendorong lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi berani menciptakan peluang melalui kewirausahaan. Menurutnya, potensi Kalbar terbuka luas bagi generasi muda yang mampu menghadirkan inovasi bermanfaat.
Ia mengingatkan ilmu dari bangku kuliah harus diterapkan untuk memberi solusi nyata di masyarakat. “Gunakan ilmu untuk menjadi bagian dari pembangunan daerah,” pesannya.
Baca Juga: MTQ ke-34 Pontianak Barat Diikuti 266 Peserta, Sekda Tekankan Bukan Sekadar Seremonial
Di tengah perubahan, ia menekankan pentingnya belajar sepanjang hayat agar tetap relevan. “Jangan pernah berhenti belajar agar siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.
Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Achmad Jainuri menegaskan kampus harus melampaui fungsi transfer ilmu. Menurutnya, perguruan tinggi harus menghadirkan manfaat nyata melalui riset, inovasi, dan pengabdian.
Ia menilai kolaborasi kampus, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci pembangunan berkelanjutan.
Bagi para wisudawan, pesan itu menjadi pengingat bahwa kelulusan bukan akhir, melainkan awal menghadapi realitas dunia kerja yang menuntut kesiapan nyata. (bar)
Editor : Hanif