Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Massa Aksi Datangi Kantor Gubernur Kalbar, Desak Penyelesaian Tuntas Konflik Air Upas-Ketapang

Novantar Ramses Negara • Senin, 27 April 2026 | 19:25 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menerima aksi damai dari gabungan sejumlah organisasi mahasiswa di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (27/4). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
Gubernur Kalbar Ria Norsan didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menerima aksi damai dari gabungan sejumlah organisasi mahasiswa di Kantor Gubernur Kalbar, Senin (27/4). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST - Massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengembangan Amanat Rakyat (Solmadapar) dan Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah Se-Kalimantan Barat (FOMDA Kalbar) menggelar unjuk rasa di depan kantor gubernur Kalbar pada Senin (27/4).

Dalam penyampaiannya, massa aksi menuntut Gubernur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk segera bertindak nyata, bukan sekadar wacana. Mereka meminta penyelesaian secara tuntas persoalan di Air Upas, Kabupaten Ketapang. Hentikan pembiaran, hadirkan solusi dan keadilan bagi masvarakat.

Massa juga meminta pembenahan infrastruktur Kalimantan Barat yang dinilai timpang. Mereka menyebut akses jalan dan pembangunan adalah hak rakyat, bukan janji kosong.

Baca Juga: Operasi Gabungan Lintas Instansi Berantas Penyelundupan di Perbatasan RI-Malaysia, Sasar Rokok Ilegal hingga Narkotika

Terakhir, terkait kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diminta untuk diberi perhatian secara serius dan merata. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan harus dirasakan hingga pelosok.

Di tengah-tengah massa aksi, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menjelaskan bahwa persoalan tersebut berakar pada konflik sosial di masyarakat yang dipicu oleh persaingan usaha.

“Masalah Air Upas ini yang pertama adalah keributan di masyarakat. Ada persoalan persaingan usaha dan juga kecemburuan sosial,” ujarnya.

Baca Juga: Reshuffle Jilid 5, Berikut Daftar Nama yang Pernah Masuk Kabinet Merah Putih Prabowo

Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak tinggal diam dalam menangani persoalan tersebut. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah kabupaten, termasuk dengan Bupati Ketapang, guna mencari solusi yang tepat.

“Saya tidak diam. Saya sudah lama mengikuti persoalan ini dan terus berkomunikasi dengan Bupati Ketapang,” tambahnya.

Ria Norsan juga mengklarifikasi bahwa peristiwa pembakaran yang terjadi sebelumnya menyasar gudang penampungan buah sawit ilegal, bukan rumah warga. Ia menyebut kejadian tersebut berdampak pada menurunnya aktivitas pencurian sawit di wilayah tersebut.

“Yang pertama kali dibakar itu gudang tempat penampung sawit curian. Setelah itu, pencurian sawit menurun,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penanganan kasus ini harus dilakukan secara hati-hati karena melibatkan berbagai pihak dan berpotensi memicu konflik horizontal di masyarakat.

“Kami harus berhati-hati karena ini bisa mengarah pada adu domba. Yang terlibat ini masyarakat kita sendiri, sehingga penyelesaiannya harus bijak,” tegasnya.

Baca Juga: Viral di Medsos Tambang Ilegal di Bukit Batu Seberuang-Kapuas Hulu, Tim Gabungan Temukan Sisa Aktivitas PETI 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut secara terukur, dengan mengedepankan stabilitas keamanan serta menjaga kondusivitas masyarakat di wilayah terdampak. (mdy/mse)

Editor : Miftahul Khair
#Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengembangan Amanat Rakyat #fomda kalbar #ria norsan #gubernur kalbar #unjuk rasa